Kenapa Media Islam Harus Dibokir?

Kenapa-Harus-DiblokirMasyarakat dunia kini sedang menyoroti soal Isis , sebuah gerakan radikal yang cukup meresahkan penduduk dunia. Betapa tidak, aktifitasnya cukup menyita perhatian , tak kurang para ulama al-Azhar pun sangat risau dibuatnya.  Aktifitas yang secara umum dianggap menyeramkan karena melakukan penyanderaan sampai pemenggalan manusia dan ditampilkan dalam media sosial seperti youtube yang dengan mudah dapat diakses oleh semua kalangan. Kalau dipikir-pikir, teror   menyeramkan itu memang sangat bertentangan dengan paham saling menyayangi diantara sesama mahluk ciptaan Tuhan meskipun berbeda pandangan, ideologi dan agama. Isis cukup menarik bagi beberapa kalangan terbukti begitu banyak orang berbondong bondong hijrah dari berbagai negara untuk bergabung. Tak perlu heran, karena kalau soal ideologi dan keyakinan, semua orang punya hak untuk memilih. Baik itu sesuai dengan aturan alam ataupun sebaliknya. Itu pilihan. Di Negeri kita sendiri pun tersiar kabar bahwa sudah ratusan orang yang hijrah untuk join dengan gerakan isis. Hiy… ngeri ya..

Aparat Pemerintah kita  kini sedang sibuk berupaya mencegah lebih banyaknya warga negara Indonesia yang pergi “merantau” bersama isis. Segala macam cara dilakukan. Mulai melakukan penyaringan orang yang akan ke luar negeri khususnya ke wilayah Timur Tengah, fokus pada nama tertentu untuk diseleksi dan lolos bepergian ke luar negeri.  Yang paling anyar, upaya Pemerintah melalui Kementerian Infomasi dengan koordinasi dari Badan Penanggulangan terorisme melakukan pem-blokiran pada sekitar 22 situs yang diduga berbau isis.

Usaha Pemerintah ini menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat.  Sebagian kalangan mengganggap pemblokiran situs ini merupakan tindakan serampangan tetapi tak sedikit yang setuju dengan langkah ini.  Situs berkedok islam yang diblokir dianggap dapat menyesatkan masyarakat karena menyebar ajaran yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama yang sesungguhnya.

Bagi saya, pemblokiran situs yang dianggap menghasut ini ada benarnya, tetapi harus dibarengi tindakan lain yang lebih mendasar adalah :

1. Pengawasan Keluarga

Keluarga mengambil peranan penting dalam setiap keputusan anggotanya. Peranan orang tua dalam memberikan pengarahan kepada anak-anaknya soal paham ideologi akan sangat terpatri di hati anak. Komunikasi dalam keluarga dapat mencegah ’slip’nya pemahaman yang didapat anak anak di luar rumah.

2. Peran pemuka Agama

Pemuka agama memegang peranan penting dalam upaya pencegahan melencengnya ideologi dan keyakinan. Saat ini sangat diperlukan siraman rohani yang sejuk dari para pemuka agama untuk umat. Pencerahan dari kotbah-kotbah mimbar yang dapat menyejukkan hati sangat dinantikan umat. Apa yang dikatakan oleh para pemuka agama tentu saja akan diteladani oleh umat. Oleh sebab itu sudah tidak jamannya lagi ada pemuka agama yang isi kotbahnya malah menebar kebencian kepada sesama manusia yang berbeda agama atau berbeda mazhab. Kini saatnya bagi para pemimpin agama untuk menebarkan paham kasih sayang , pun kepada sesama yang berbeda keyakinan.

3. Peran Guru Sekolah Formal

Hampir sama dengan peran para pemuka agama, Guru pun memiliki kewajiban untuk menebarkan aura kasih sayang bagi sesama. Apa yang dikatakan oleh Guru , biasanya akan dituruti para murid. So, ini saatnya guru berperan juga untuk mencegah tersebarnya paham yang salah dikalangan anak muda.

Begitulah kira-kira pandangan saya tentang blokir-blokiran situs. Hehe..  meskipun banyak situs  yang menyesatkan bertebaran di jagad maya, kalau pondasi keyakinan sudah dipegang, maka tak akan mudah untuk digoyahkan apalagi hanya dengan membaca situs situs itu. Hmm.. Sekali lagi pondasi itu yang musti dipikirkan.

Penulis *Diana Santi.

Sumber; http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2015/04/01/apa-manfaat-blokir-blokiran-situs-715544.html

 

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Kenapa Media Islam Harus Dibokir?

  1. Intinya bahwa ideologi wahabi salafi adalah sumber bencana bagi agama dan kemanusiaan. Apapun organisasinya semuanya sama saja. mau HTI…Mujahidin Indonesia, ISIS, Al Nusra dll. semuanya sama saja. semuanya Teroris dan penjahat berkedok agama. Kaum sunni harus tau bahwa wahabi bukan sunni secara fiqih maupun akidah.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: