KESALAHAN BNPT DAN MENKOFINDO TERHADAP SITUS-SITUS ISLAM RADIKAL

Kesalahan-BNPTBeberapa waktu yang lalu heboh diberitakan, bahwa BNPT lewat menkofindo, meminta situs-situs Islam Radikal di blokir. Sebab di sinyalir bahwa situs-situs itu langsung ataupun tidak langsung mendukung gerakan Islam Radikal di Indonesia. Apakah benar seperi itu? Setelah 19 situs itu di blokir (sementara, karena tidak ditutup secara permanen), bahkan menurut informasi ditambah 3, sehingga menjadi 22. Gelombang protes masyarakat di dunia maya sangat ramai dan cukup massif, bahkan menjadi trading topik di twitter. Pertanyaannya adalah mengapa BNPT seperti itu, apakah mereka tidak mengkajinya sebelumnya? Dari gelombang protes itu ada beberapa kemungkinan yang bisa kita dapatkan sebagai kajian analisis yaitu;  

  1. BNPT lewat Menkofindo SALAH, terlalu gegabah dalam memblokir sementara, situs-situs Islam radikal itu. Buktinya banyak masyarakat yang resah dengan itu. Sebagian berkata, kami banyak mendapatkan informasi Islam dari situs-situs itu.
  2. BNPT lewat Menkofindo BENAR, tetapi ternyata pendukung Islam Radikal sangat banyak di Indonesia. Dan terbukti bagaimana dukungan mereka terhadap situs-situs itu. Lewat aksi protesnya di dunia maya.
  3. BNPT benar, dan pendukung situs-situs itu tidak banyak, tetapi mereka sangat menguasai media utamanya media sosial.
  4. Masyarakat Indonesia belum banyak yang sadar, mana-mana pemikiran, yang mengarahkan kepada Islam Radikal.

Lalu bagaimana Pemerintah seharusnya bertindak? Kami yakin masyarakat Indonesia secara umum, cinta damai dan tidak menginginkan Islam Radikal itu berkembang di negeri yang kita cintai ini (NKRI). Walaupun dengan kasat mata, kita juga melihat bahwa kelompok Islam Radikal ini cukup berkembang, bahkan sangat berkembang di Indonesia.

Sebuah contoh kasus. Situs Arrahmah.com (Ada situs lain yang seperti ini). Situs ini jelas-jelas dikelola oleh keluarga Abu Jibril (dimana dia adalah Alumni Afghanistan. Dan anaknya terbunuh dalam perang di Syuriah). Walaupun Abu Jibril tidak mengakui anaknya mengikuti ISIS, Abu Jibril mengatakan anaknya mengikuti al Qaeda (di Syuria). Pertanyaannya, Bagaimana kita bisa tahu dan membedakan Al Qaeda, ISIS, disana? ISIS ataupun Al Qaeda sama-sama Radikal. Lalu cobaah kita lihat dukungan Abu Jibril ke ISIS saat organisasi ini mendeklarasikan dirinya di Indonesia, sebelum organisasi ini dianggap teroris oleh pemerintah?

Situs ini (Arrahmah.com) jelas situs Islam radikal, mulai dari pengelolanya, isinya, dukungannya terhadap jihad-jihad di Syuriah dll. Lalu pertanyaannya? Siapakah yang sering menshare, mengcopi-paste lalu menyebarkan berita-berita situs Arrahmah.com (dan situs-situs lain semacam Arrahmah.com)?

Betapa banyak situs-situs yang diblokir itu langsung atau tidak langsung, mengcopi-paste kebijakan Arrahmah.com, menshare, membuat informasi yang sama atau mirip dan seterusnya. Walaupun kita sepakati situs-situs itu dengan warna, alur yang tidak sama persis dengan Arrahmah.com.

Marilah kita lihat bagaimana situs-situs itu dalam dukungannya terhadap ISIS (saat ISIS mendeklarasikannya di Indonesia? Saat ISIS belum dinyatakan sebagai organisasi terlarang di negeri ini). Situs-situs itu banyak atau sedikit sangat mendukung Islam-radikal itu. Dan inilah salah satu bukti bahwa, konsepsi, pemikiran, ideologi, akar kekerasan bernuansa keyakinan, cukup tersebar di Indonesia, lewat beberapa situs tersebut. Ada yang sebagai Leader (penyuplai informasi, pembuat berita, kebijaksanaannya dalam Islam radikal jelas), ada yang hanya follower (menshare, copy-paste dan menyebarkan ide-ide yang sama atau mirip).

PKS dan Islam Radikal

PKS adalah partai Islam (dimana diawali sebagai partai dakwah). Tingkat militansi partai ini tidak diragukan, dibandingkan dengan partai lain (kecuali PDI-P, dengan poros berbeda). Partai ini simpatisannya solid, dari anak-anak muda Islam. Partai ini sedikit atau banyak dihubungkan dengan kelompok Islam Radikal? Apakah benar? Sulit untuk memastikannya. Tetapi pernyataan-pernyataan elit politiknya (seperti Anis-Matta dll), yang selalu mencoba membela ISIS, akan sangat mungkin kader-kadernya lebih lagi.

Secara konsep umum kita bisa katakan, “Elit akan mencoba lebih plural, egaliter, demokratis dst”, sebab mereka dalam tapuk pimpinan dan itu semua bernuansa politik. Tetapi pengikut, kader-kader bawah, akan berpuluh-puluh kali lipat tingkat radikalismenya. Kalau Anis-Matta saja, seperti itu, bagaimana dengan yang lainnya, dengan simpatisannya, dengan underbow-nya?

Dari paparan diatas, maka akan sangat mudah melihat, bahwa Islam radikal di Indonesia banyak menemui pengikutnya, banyak simpatisannya. Sehingga jangan heran, saat situs-situs yang diangaap Islam Radikal, di tutup sementara, maka gelombang protes sangat marak terjadi.

Jadi saya berfikir, BNPT dan Menkofindo, tidak boleh sekadar memberikan pilihan, tutup atau dibuka lagi, melihat animo masyarakat. Mengapa? Ke 4 hal diatas sebagai jawabannya. Tetapi sekali lagi ini sekadar berandai-andai, kadang saya pribadi jadi curiga, “Jangan-jangan BNPT lewat Menkofindo, berbuat seperti ini, hanya test-case, melihat animo-masyarakat, melihat kelompok mana yang belum terlihat, sehingga mereka akan bangun semuanya. Dengan itu BNPT sedang dan dapat menyisir, kelompok, organisasi dan individu mana yang langsung atau terselubung mendukung Islam Radikal di Indonesia. [ARN/01/15]

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: