TNI Latihan Penumpasan Kelompok Radikal di Poso

Cegah-Teroris-di-PosoMiliter Indonesia menggelar latihan perang skala masif untuk pertama kalinya di kawasan Poso, Sulawesi Tengah, kata panglima, dalam sebuah manuver yang bertujuan “memberangus” peluang membesarnya kelompok radikal bersenjata di kawasan bergolak itu. Berbicara sebelum terbang ke Poso untuk membuka latihan gabungan hari ini, Panglima Jenderal Moeldoko menyebutkan manuver melibatkan 3.200 orang personel Tentara Nasional Indonesia. Lokasi latihan di kawasan pantai dan pegunungan Poso, katanya. Menurut Moeldoko, pemilihan Poso antara lain karena kawasan itu kerap bergolak akibat kehadiran kelompok sipil bersenjata.

Dia secara khusus menyebut Kelompok Santoso yang, menurutnya, kerap menebar teror pada aparat dan masyarakat.

Kekuatan mereka sekitar 20 orang, katanya. “Kelompok itu jangan sampai dibiarkan. Kalau dibiarkan, kelompok radikal lain bisa merasa nyaman di Poso dan tumbuh besar.”

Moeldoko menekankan latihan kali ini bukan lah “operasi militer”. Ini semata bagian dari apa yang dia gambarkan sebagai “pengenalan medan” untuk operasi tempur di kemudian hari, katanya.

Dia meminta pimpinan kelompok bersenjata di Poso, seseorang yang digambarkan dengan identitas Santoso, untuk menyerahkan diri sesegera mungkin. “Nanti kalau ketemu TNI ada dua risikonya, mati atau dia menyerahkan diri,” katanya.

 

About ArrahmahNews (12171 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: