Ustad Situs Online Melawan

Kesalahan-BNPT_ArrahmahNews - Beberapa hari yang lalu kita di hebohkan dengan pemblokiran media-media radikal berkedok islam. Pro-kontra pun bermunculan mulai dari Gusmus yang berceletuk banyak ustad online tak faham agama, sampai serangan balik kaum radikal pun marak di sosmed. Bahkan tak kalah seru dari itu semua, ustad-ustad yang selama ini berjubah sunni mulai menampakan ke-wahabiannya seperti Arifin Ilham, Aa Gym, Tengku, Muhammad Salahuddien Manggalany, Imam Besar New York dll. Ustad-ustad ini mulai menggaungkan kata-kata pembredelan media-media islam, dan pembiaran situs-situs porno. Seakan-akan yang mereka katakan itu benar, padahal sebenarnya mereka sedang membangun opini untuk menjauhkan stigma buruk kepada abu jenggot dan si cingkrang.

Sebenarnya penyebaran faham radikalisme dan dukungan mereka pada ISIS maupun Jabha Nusroh pada media-media yang diblokir sangat mudah dibuktikan. Cukup dengan mengklik situs-situs tersebut, kita sudah dapat melihat bendera ISIS, gambar-gambar ‘mujahidin’ Jabha Nusroh dan ISIS. Bahkan berita-berita propaganda tentang Suriah dan Irak untuk membangkitkan kemarahan umat islam di Indonesia pun bisa kita temukan dengan mudah.

Namun, akhir-akhir ini disebagian situs-situs tersebut mereka mulai berkamuflase dengan membuang berita-berita yang dianggap radikal atau nyata-nyata mendukung ISIS, dan menurunkan berita tentang kesehatan, tausyiah, cerita-cerita keimanan dll. Bahkan kaum elit mereka mulai membangun opini dengan membedakan antara ISIS dan Jabha Nusroh. Padahal ISIS dan Jabha Nusroh dua saudara kandung.

Meskipun mereka menghapus berita-berita tersebut. Nsamun kita masih mendapatkan alam URL nya sebagai tanda berita tersebut pernah diposting pada situs-situs mereka.

Lalu yang jadi pertanyaan, Apakah ustad-ustad ini benar-benar tidak tahu dan kemakan isu sehingga membela media-media yang diblokir? Kalau memang tidak tahu, seharusnya mereka ‘DIAM’ atas apa yang tidak mereka ketahui. Karena Al-Quran mengajarkan pada kita “Janganlah kalian mengatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya”.

Kalau mereka tahu, sebenarnya mereka sedang membela siapa? membela islam radikal atau islam ramah? Seharusnya mereka menjadi orang pertama yang mengamalkan ajaran Rasul Saw yang selalu bersikap toleran dan damai dalam menyebarkan ajaran-ajarannya.

Direktur Deradikalisasi yang juga Juru Bicara BNPT Irfan Idris menyatakan ada empat kriteria suatu situs dinilai mengajarkan radikalisme. Empat kriteria tersebut adalah ajakan propaganda mengafirkan pihak lain (tafkiri). “Presiden dikafirkan, pemerintah dikafirkan, pemerintah toghut, pemerintah syirik,” katanya saat menemui perwakilan tujuh situs Islam yang mengajukan protes karena diblokir oleh Kemenkominfo.

 

[ARN/03/04/15]

 

 

 

About ArrahmahNews (12190 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: