Yaman Adalah Vietnamnya Saudi Arabia

Militer AS sedangInvansi-Saudi-ke-Yaman mempersiapkan untuk memperluas bantuannya ke Arab Saudi dalam kampanye udara terhadap pasukan pemberontak di Yaman dengan menyediakan lebih banyak intelijen, bom dan misi pengisian bahan bakar udara untuk pesawat melakukan serangan udara di sana, para pejabat Amerika mengatakan hari Jumat. Saudi mengatakan mereka tidak berencana untuk menyebarkan pasukan darat tetapi koordinasi dengan pasukan di Yaman yang mendukung kembali ke kekuasaan presiden negara itu, Abed Rabbo Mansour Hadi, yang didukung oleh AS dan Arab Saudi. Kampanye yangdijuluki "Badai Tegas," telah menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik internal Yaman bisa berpindah ke dalam pertempuran regional untuk supremasi. Bahkan konsulat Rusia pun tidak luput dari serangan Saudi.

Arab Saudi yang telah memegang kekuasaan di Yaman selama beberapa dekade dan memperlakukan rakyat Yaman dengan dhalim. Sementara pengulingan pemerintah monarki Yaman adalah hak rakyat Yaman, yang berani dan tangguh, untuk melawan dan melawan segala bentuk penindasan.

Pejabat Saudi telah meminta AS untuk memberikan tanker udara untuk mengisi bahan bakar pesawat yang akan mengambil bagian dalam pemboman pasukan rakyat Yaman.  Sedangkan militer AS siap  memberikan bantuan kepada Saudi setelah permintaan tersebut disetujui Washington. Lebih dari itu, Amerika melakukan pengintaian atas Yaman untuk membantu Arab Saudi memutuskan apa dan di mana pemboman harus dilakukan, kata para pejabat AS.

Saudi Brig. Jenderal Ahmed Asiri, penasihat Departemen Pertahanan, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa koalisi berhasil menghantam Houthi.

Brig. Jenderal Asiri mengatakan tidak ada rencana saat ini untuk menambah pasukan darat, menurut kantor berita SPA yang dikendalikan negara, tetapi ia mengatakan pasukan darat Saudi dan sekutu akan dikerahkan jika diperlukan.

Arab Saudi melaksanakan serangan udara pertama pada hari Kamis, tapi itu bergabung kemudian oleh tetangganya bersekutu dengan Uni Emirat Arab, Brig. Kata Jenderal Asiri. Para anggota koalisi utama adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Mesir. Banyak negara-negara lain telah menjanjikan dukungan mereka.

Selama seminggu terakhir, Huthi mengambil alih bandara internasional kota dan memaksa Mansour Hadi melarikan diri lagi.

Serangan membabi-buta Saudi dan pasukan koalisi ke Yaman telah membakar semangat nasionalisme rakyatnya dan mendorong negara itu semakin dekat untuk habis-habisan berperang serta tidak akan memberikan ruang bagi pasukan musuh di tanah para wali.

Wallstreet Journal menyatakan “Yaman adalah Vietnamnya Saudi Arabia” (awal penderitaan panjang Saudi segerha dimulai). Pasar saham Saudi jatuh karena insiden serangan balik Yaman diperbatasan yang menewaskan 10 tentara penjaga perbatasan Saudi. Menurut beberapa pakar perang mengatakan, bahwa Saudi telah terjebak dalam perang yang, tidak dapat keluar darinya sebagaimana AS pernah merasakan itu pada perang Vietnam.

 

 

About ArrahmahNews (12186 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Perang Yaman Dalam 24 Jam Terakhir | SalafyNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: