Kawasan Berada dalam Bahaya Perang Sektarian

Saudi-YamanDalam wawancaranya dengan televisi al-Alam Sabtu (4/4), al-Aradi mengatakan, “Kawasan berada dalam bahaya perang sektarian dan sektarianisme akibat kebijakan rezim al-Saud. Agresi militer Arab Saudi ke Yaman juga menambah krisis bagi kawasan.” “Arab Saudi dengan sikapnya mengintervensi negara kawasan, hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan keterlibatan militer negara ini dalam aksi penumpasan demonstrasi rakyat Bahrain juga demi kepentingan tersebut,” papar al-Aradi. Aktivis Bahrain ini menekankan, pemerintah Manama telah menjual kedaulatan negara ini kepada pihak asing dan masalah ini terjadi sejak Maret 2011 ketika militer al-Saudi diberi ijin menginjakkan kakinya di Bahrain. Ia mengingatkan, aksi penumpasan oleh rezim al-Khalifa dan penangkapan Nabil Rajab, aktivis HAM Bahrain dilakukan sesuai dengan kebijakan rasis rezim ini. Padahal Nabil Rajab senantiasa mendukung aksi damai di negara ini.

Nabil Rajab, ketua Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) Bahrain hari Kamis (2/4) ditangkap setelah menulis tentang penyiksaan para tawanan di penjara melalui laman Twitternya dan menyatakan kekhawatirannya atas kondisi tersebut.

Kebangkitan rakyat Bahrain menentang rezim al-Khalifa meletus sejak tahun 2011 demi menuntut hak-hak legalnya dan berpartisipasi dalam menentukan nasib mereka sendiri. Namun aksi damai tersebut ditanggapi kekerasan oleh aparat keamanan rezim al-Khalifa yang dibantu militer Arab Saudi. Setelah lebih dari empat tahun, kebangkitan rakyat Bahrain masih terus berlanjut meski mereka mendapat represi berat dari penguasa.

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Independent: Eksekusi al-Nimr Serupa Dengan Tindakan ISIS | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: