Kepercayaan Ibu Hamil Atas Fenomena Gerhana Bulan

Sesepuh Desa SGerhana-Bulan-Totaletu Wetan, Kecamata Weru, Kabupaten Cirebon, Solikin (63) mengatakan kepercayaan sejumlah masyarakat di kampungnya, jika terjadinya gerhana bulan, maka ada keharusan bagi ibu hamil agar segera ngunpet (bersembunyi) di kolong ranjang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Puluhan tahun yang lalu, masih banyak perempuan hamil ketika ada gerhana bulan ngumpet di kolong tempat ranjang sampai gerhana bulan selesai. Itu dilakukan untuk menghindari dari gangguan dari raksasa, dan kepercayaan itu sudah turun temurun dilakukan,” katanya.

Dikatakannya, dirinya yakin bukan saja di kampunya keperyaan sepeti itu, melainkan ada beberapa kepercayaan masyarakat di Cirebon. Menurutnya, gerhana bulan darah adalah pertanda adanya raksasa buto yang memakan bulan.

Untuk mengusir sang buta kala, biasanya masyarakat sekitar akan memukul lumpang (tempat penumbuk dari batu). Para wanita hamil turut mengolesi perutnya dengan abu sisa pembakaran di dapur dengan harapan anak yang dikandung tidak diganggu buto.

“Ya kalau sekarang, saya sendiri terserah kepercayaan masing-masing. Toh ini kan kepercayaan, artinya silahkan masing-masing memliki pendapat sendiri,” katanya.

Secara umum, di cirebon fenomena gerhana bulan acap kali dikaitkan dengan hal-hal mistis oleh sebagian masyarakat. Khsuusnya bagi sebagian orang tua zaman dahulu, kejadian tersebut dipercaya karena ada raksasa yang sedang memakan bulan tersebut.

 

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: