Saudi Dalam Bahaya

Rudal-Yaman-Mampu-Hancurkan-Instalasi-Minyak-SaudiSeorang pemimpin senior gerakan Ansarullah Yaman mengatakan bahwa kelompok revolusioner kini mampu menargetkan instalasi minyak di Arab Saudi dalam menanggapi agresi udara yang sedang berlangsung oleh Riyadh terhadap negara Arab itu. Hadi al-Ojaylaki mengatakan pada hari Sabtu (4/4/15) bahwa gerakan Houthi Ansarullah saat ini menguasai sebagian besar Yaman, telah menerima rudal canggih milik Rusia yang mampu menargetkan instalasi minyak Saudi dengan presisi tinggi.

Menurut Yaman Press, Ojaylaki mengatakan bahwa jika Ansarullah melakukan serangan itu, maka Arab Saudi akan terpaksa untuk mengubah strategi dalam agresi berkelanjutan terhadap Yaman, menambahkan bahwa rudal harus dipandang sebagai ancaman strategis bagi Arab Saudi serta Mesir.

Pejabat Houthi lebih lanjut mencatat bahwa dinas intelijen Arab tidak mampu mengidentifikasi lokasi dan jumlah rudal canggih milik Ansarullah, yang katanya, dikenal dengan presisi dan kekuatannya.

Ojaylaki mengatakan tentara Yaman tidak memiliki persenjataan canggih seperti sebelumnya, dan penggunaan senjata canggih ini merupakan ancaman bayaha bagi Arab Saudi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional menyerukan gencatan senjata selama 24 jam di Yaman untuk pengiriman bantuan ke negara Arab itu, yang berada di bawah serangan udara Saudi.

Badan bantuan internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa itu situasi kemanusiaan di Yaman sangat mengkhawatirkan dan mengerikan dan menekankan bahwa warga di negara Arab itu membutuhkan makanan, air, dan barang-barang medis.

Semua jalur udara, darat dan laut harus dibuka tanpa penundaan selama minimal 24 jam untuk memungkinkan bantuan untuk mencapai warga setempat setelah lebih dari seminggu menerima serangan udara Saudi dan berbagai pertempuran darat,” ungkap pernyataan itu, menekankan bahwa mereka yang terluka akan selamat namun tergantung pada tindakan dalam beberapa jam kedepan, bukan beberapa hari kedepan.

Badan itu mengatakan bahwa rumah sakit kehabisan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengobati mereka yang terluka dalam serangkaian serangan udara, menambahkan bahwa banyak bagian negara juga mengalami kekurangan air serta menurunnya stok pangan.

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: