Invansi Saudi Arabia Akan Jadi Bumerang

Raja-Saudi-Gagal-Capai-AmbisiDunia mulai mengecam agresi militer Arab Saudi terhadap Yaman. Para pakar perang pun telah memperingatkan bahwa konsekuensi buruk dari perang yang sedang berlangsung di Sana'a akan menjadi bumerang bagi Riyadh. Rezim Al Saud harus tahu bahwa api yang telah hidup kembali di Yaman akan membakar dan akan membebankan dunia Muslim," 262 legislator mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (5/4/15). Pembentukan koalisi akan semakin memperumit masalah di dunia Muslim dan wilayah Timur Tengah, menambahkan bahwa dukungan dari AS, rezim Israel dan sekutu mereka atas pelanggaran terang-terangan Arab Saudi di sebuah negara independen bertentangan dengan konvensi internasional.

Serangan Arab Saudi di Yaman dan pembunuhan Muslim dan warga sipil yang tidak bersalah di negara ini membuktikan bahwa Arab Saudi melayani kepentingan musuh-musuh Islam dan tidak memperkuat persatuan dan martabat di kalangan umat Islam.

Saudi Arabia selama ini berdalih bahwa invansinya untuk memulihkan stabilitas di Yaman, dan melindungi pemerintahan yang sah. Seolah-oleh mereka melupakan fakta bahwa Hadi sudah mengundurkan diri sebagai presiden dan keluar dari Sanaa jauh-jauh hari dengan membentuk pemerintahan ilegal di Aden.

Fakta sejarah bahwa Riyadh membentuk koalisi Arab untuk melawan rakyat Yaman dengan menyatukan sebagian besar monarki Teluk termasuk Yordania, Maroko, Sudan dan Mesir.

Pada saat yang sama, Saudi Arabia dan monarki absolut di Teluk Persia tunduk dan sujud dihadapan AS dengan membiarkan rakyat Palestina di berangus oleh Israel Zionis. Bahkan koalisi Arab tidak muncul dalam menghadapi perang Zionis terhadap Gaza dan Libanon.

KENAPA?

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: