Media Wahabi Berperan Aktif Menyebar Faham Radikal

Nasib-Situs-IslamKepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman menyayangkan kritik tajam terhadap lembaganya, terkait pemblokiran sekitar 22 situs yang dianggap mengandung konten negatif atau radikal. Saud mengungkapkan dari hasil analisis dan bekerjasama dengan 17 Universitas Negeri Islam se-Indonesia, diketahui bahwa para mahasiswa memperoleh informasi mengenai paham radikal dari sosial media (sosmed). "Saya miris mereka (generasi muda) memperoleh pemahaman keras dari sosmed," ungkapnya dalam diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Minggu (5/4).

Oleh karena itu, secara tidak langsung Saud mau menegaskan pemblokiran terhadap 22 situs yang mengandung radikalisme sudah tepat.

Menurutnya, langkah pemblokiran tersebut adalah upaya terbaik. Mengingat, tak ada upaya lagi yang bisa dilakukan guna menghentikan penyebaran paham radikal di tengah generasi muda ataupun masyarakat.

Apalagi, lanjutnya, belum ada sanksi hukum yang tegas bagi mereka yang diketahui bergabung dengan aliran atau kelompok radikal.

“Saat ini, berkembangnya sodara-sodara kita yang jihad ke Suriah dengan macam-macam dalih. Kita mau apa? Banyaknya organisasi massa yang gabung di situ (ISIS), mau diapakan? Tidak ada sanksinya. Sedangkan Abu Bakar Ba’asyir dan Santoso sudah bergabung dengan ISIS. Ada tidak sanksinya? Tetapi, itu ditayangkan oleh sosmed. Apa langkah antisipasi kita?” kata Saud.

Seperti diketahui, kelompok ISIS (Islamic State of Iraq & Sham) atau saat ini dikenal dengan Islamic State (IS) memang menjadi buah bibir belakangan ini.

Paham yang ditanamkan kelompok dipimpin oleh seorang disebut Kalifah, Abu Bakar al-Baghdadi ini, memang sudah mulai menjalar di tanah air.

Penelitian yang dilakukan Kepala International Center for Political Violence and Terrorism Research di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Rohan Gunaratna menemukan setidaknya ada 19 jaringan atau kelompok teroris tanah air yang membaiat (menyatakan setia) ataupun baru sekadar mendukung gerakan ISIS.

Dalam menyebarkan pahamnya, ISIS memang kerap menggunakan media sosial sebagai sarananya, seperti YouTube.

Bahkan, perekrutan anggotanya juga dilakukan salah satunya melalui video yang diupload di situs YouTube.

Ditambah lagi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan setidaknya ada 70 situs atau blog yang mengandung konten radikal atau terorisme.

Sumber : http://www.beritasatu.com/digital-life/262985-bnpt-paham-radikal-diperoleh-dari-sosmed.html

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Media Wahabi Berperan Aktif Menyebar Faham Radikal

  1. Wahabi salafi adalah ideologi terorisme yg jauh dari islam rahmatanlil alamin. Sumber fitnah dan menghalalkan kedustaan untu menjatuhkan lawan akidahnya.

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kenali dan Waspadai pen-Dakwah Kebencian Berbungkus Agama ! | VOA ISLAM NEWS
  2. Kominfo Blokir 11 Situs yang Sebarkan Radikalisme dan SARA | ISLAM NKRI
  3. Darurat Isu SARA!!! Kominfo Blokir 11 Situs Radikal – VOA ISLAM NEWS
  4. Darurat Isu SARA!!! Kominfo Blokir 11 Situs Radikal | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: