Presiden Irak Pertanyakan Kinerja AS dalam Perang Melawan Teroris

Irak-ASPresiden Irak mempertanyakan kinerja AS dalam perang melawan teroris. Haider al-Abadi menyatakan, ketika Baghdad hampir menjadi target teroris ISIS, AS tidak melakukan tindakan signifikan untuk memerangi teroris. Dalam wawancara dengan Der Spiegel, Al-Abadi mengkritik peran AS dalam perang melawan ISIS. Presiden Irak menegaskan, rakyat Irak sangat pesimis terhadap AS, sebab hampir saja Baghdad jatuh ke tangan ISIS, dan Washington justru memilih membiarkan Baghdad dikuasai teroris.

Di bagian lain, Presiden Irak mengapresiasi positif peran konstruktif Republik Islam Iran  dalam mendukung Baghdad. Tehran membantu Irak demi kepentingan nasionalnya, sekaligus menjaga kota-kota suci yang berada di Irak dari serangan teroris. Pada Juni 2014, kelompok teroris ISIS yang didukung antek-antek rezim Saddam menyerang Mosul dan menguasai wilayah tersebut dengan lampu hijau pendukungnya, termasuk AS dan Arab Saudi serta sejumlah negara kawasan. Tidak hanya itu, ISIS juga melebarkan pengaruhnya dengan bergerak menuju ibukota Irak.

Dukungan terang-terangan sejumlah negara asing terhadap kelompok teroris ISIS di Irak, dan kerjasama para politikus rezim Baath menyebabkan sejumlah wilayah negeri kisah 1001 malam itu jatuh ke tangan teroris. Tapi konspirasi tersebut berhasil dipatahkan berkat persatuan nasional dan dukungan rakyat terhadap militer Irak. Setelah menguasai Mosul, kelompok teroris ISIS yang didukung finansial dan logistik Arab Saudi, Turki dan kerjasama partai Baath, berambisi menguasai Arbil dan Baghdad. Ketika ISIS semakin mendekat ke arah gerbang masuk Arbil dan Baghdad, AS yang menandatangani nota kesepahaman keamanan dengan Irak justru berperan sebagai penonton semata.

Tapi kewaspadaan yang ditampilkan otoritas keagamaan Irak, terutama marja Syiah dengan mengeluarkan fatwa perang melawan kelompok teroris ISIS berhasil menangkal konspirasi musuh. Selain itu, dukungan Iran dalam perang menghadapi kelompok teroris ISIS menyebabkan skenario musuh untuk menguasai Irak membentur dinding.

Fitnah ISIS di Irak menunjukkan siapa sebenarnya sahabat dan lawan sejati Irak. Lebih dari itu, orang-orang Irak bertumpu pada kekuatan dalam negerinya untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negaranya dari serangan musuh. Kini, ISIS menghadapi hari-hari paling kelam di Irak, karena rakyat negara Arab ini bersatu memerangi kelompok teroris itu. Pembebasan Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin yang dikuasai ISIS berkat persatuan antara militer Irak, dan relawan rakyat, dari berbagai lapisan masyarakat.

Pembebasan Tikrit dari cengkeraman teroris ISIS menunjukkan sebuah fakta bahwa AS tidak bisa dipercaya dan koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin Washington hanya sandiwara kepentingan imperialisme, yang tidak melakukan langkah signifikan dalam perang melawan terorisme. Seperti ditegaskan Presiden Irak, ketika ISIS hampir mendekati Baghdad, AS justru membiarkan ibukota Irak itu dikuasai teroris.

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: