News Ticker

Situs Sejarah Peninggalan Nabi Dihancurkan Kalian Diam Saja!

IMG-20150405-WA0004[1]Beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara melakukan pemblokiran beberapa situs Islam yang dianggap cukup radikal dan berpotensi memicu konflik keagamaan sehingga mampu mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemblokiran situs tersebut sesuai permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) melalui suratnya bernomor : 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal.

Pihak yang mendukung pemblokiran situs Islam radikal tersebut menganggap bahwa konten-konten dalam situs-situs tersebut dapat memicu konflik internal keagamaan, menebar virus kebencian terhadap sesama umat manusia, bernuansa provokasi, penuh fitnah, sehingga memiliki potensi mengganggu kerukunan dan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disisi lain pemblokiran itu memicu berbagai pro kontra di kalangan masyarakat. Pihak yang menentang menganggap bahwa langkah tersebut adalah langkah yang tidak fair. Protes keras pun mereka lakukan dengan berbagai cara, bahkan sampai mengesankan pemerintah sebagai "pembredel media islam", atau dengan kata lain, situs Islam radikal tidak berbahaya, justru mampu menggerakkan semangat keagamaan.

IMG-20150406-WA0006[1]

Islam yang mana?

Kalian baru dituduh radikal, tapi masih dianggap muslim saja marah-marah! Terus bagaimana perasaan 100 juta lebih rakyat Indonesia yang berpuluh-puluh tahun kalian tuduh SESAT, AHLI BID’AH, KAFIR dan THOGUT.

Sebenarnya kalian umat siapa?

Ketika situs-situs Radikal dan Takfiri diblokir kalian langsung menuduh kafir, thogut dll. Tapi ketika Arab Saudi menghancurkan situs-situs peninggalan Rasulullah kalian diam dan bungkam seribu bahasa.

Dengarkan suara kami?

Merusak situs-situs peninggalan Nabi Saw sama saja memberangus ajaran dan budaya islam. Sedangkan membiarkan situs Islam radikal dapat memicu konflik dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Situs Islam radikal memang mengkhawatirkan banyak pihak karena seringkali memuat konten yang radikal dan provokasi sehingga berpotensi memicu konflik dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Situs Islam radikal ini menjadi sangat berpengaruh di masa sekarang, ketika banyak orang malas belajar dan berguru langsung kepada seseorang yang berkapasitas (‘alim dan faqih) dalam permasalahan agama, ketika banyak orang menginginkan jawaban masalah keagamaan dengan instan dan cepat.Nasib-Situs-Islam

Situs-situs Islam radikal pun sangat up to date membahas peristiwa konflik di  berbagai negara Islam di dunia dengan dikemas memakai bungkus agama dan dalil Al Qur’an dan Sunnah. Tidak hanya sampai di situ, situs-situs Islam radikal pun juga mengkontekskan berbagai permasalahan di berbagai negara Islam (Timur Tengah misalkan) dengan di Indonesia sehingga berpotensi memicu konflik di Indonesia. Tidak jarang situs-situs Islam radikal yang dibuat oleh pihak muslim radikal menganggap umat Islam di luar kelompoknya adalah kafir, bid’ah, dan sesat. Bahkan, seringkali membahas mengenai isu Syi’ah, isu khilafah, dan isu-isu lainnya sehingga mampu menggerakkan pikiran dan perilaku seseorang untuk ikut berjuang sesuai dengan penafsirannya yang radikal. Pada titik inilah situs Islam radikal dipandang sebagai hal yang membahayakan dan mengancam keharmonisan umat beragama.

Akhirnya, pemblokiran situs-situs Islam radikal memang untuk menghindari potensi munculnya gerakan yang mengancam keutuhan bangsa dan merusak kerukunan. Wallahu a’lam bish shawab.

About ArrahmahNews (13407 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

3 Comments on Situs Sejarah Peninggalan Nabi Dihancurkan Kalian Diam Saja!

  1. Perlu ditaindaklanjuti utk pemblokiran situs2 radikal lainnya

  2. Situs-situs tersebut merupakan tempat-tempat yang dikeramatkan seperti makam para wali dan sahabat nabi….tempat ini berpotensi menimbulkan kemusyrikan…bahkan Rasulullah memerintahkan untuk meratakan kuburan-kuburan yang diatasnya terdapat bangunan.

    Menjaga umat dari kemusyrikan lebiih penting dari pada hanya sebuah stus….

  3. kombespol // Des 17, 2016 at 8:48 am // Balas

    dikeramatkan dan di hormatI itu beda tipis , tergantung orangnya , menghindari di budaya TIMUR beda dengan menghancurkan di budaya ARAB , KITA ORANG ARAB ATAU ASIA , Orang asia menghormati leluhur dan budaya sebagai rasa syukur dan selalu ingat dari siapa kita lahir , seperti saya muslim yg selalu mengingat allah dan rosulnya darimana saya bisa beragama dan diciptakan .. budaya menghancurkan situs2 agama islam dengan dalih mengkeramatkan dan dikultuskan itu pikiran picik , fitnah dan egois ,
    PAKAI OTAK bagaimana dulu leluhur muslim kita yg dibantai hanya karena membangun masjid , mengucap syahadat , dengan susah payah membangun dengan darah dengan cacian KOK DENGAN SANTAINYA MAU KALIAN HANCURKAN DENGAN ALASAN DIKULTUSKAN ,, gedung2 tinggi modern produk barat yg malah kalian lindungi .. ANEH

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: