Menelisik Dukungan Ulama di Wisma Dubes Saudi

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Terkait dengan dukungan beberapa Ulama, yang mengatasnamakan beberapa ormas Islam. Ada hal yang aneh disana. Sebab ulama-ulama itu seakan mewakili kepetingannya sendiri-sendiri dan tidak sejalan dengan organisasi yang dibawa-nya.

Ali Mustofa Ya'qub dan Kawan-kawan di Rumah Dubes Saudi Untuk Indonesia

Misalnya, Ali Mustofa Ya’kub atas nama MUI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wakil Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitiannya, KH Cholil Nafis, menyatakan dukungannya untuk serangan Koalisi Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi ke Yaman. (Baca juga: MUI Dukung Serangan Arab Saudi ke Yaman)

Sementara Din Syamsuddin sebagai ketua MUI mengatakan,  dalam Viva News,  Pak Din, menuding kaum Yahudi sebagai pemicu perang antara Arab Saudi dengan Yaman. Menurut Din, Islam sengaja dipecah belah untuk meraup keuntungan dari hasil menjual senjata yang diproduksi negara-negara Yahudi. “Kucuran dana akan habis untuk membeli senjata. Di sini kami melihat pihak yang punya senjata bukanlah umat muslim tapi kaum Yahudi,” kata Din, Selasa 7 April 2015. (Baca juga: Ketua MUI Tuding Yahudi Dalang di Balik Konflik Yaman)

Din mengatakan, konflik-konflik di timur tengah, kata Din, kemungkinan sengaja diciptakan oleh pihak yang ingin menguasai kekayaan alam negara Islam. “Negara -negara Islam diadu domba,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Din menyatakan, terkait pertempuran Arab Saudi dengan Yaman, MUI memilih bersikap netral. “Sesama umat Muslim jangan sampai saling membunuh. Tidak boleh lagi ada gaya kekerasan untuk menjaga kedamaian,” ujar dia.

Senada dengan ucapan ketuan MUI dan Ketua Muhammadiyah itu, Agi Siraj sebagai ketua PBNU mengatakan, usai membuka Harlah Lakpesdam NU ke-30 di Menteng, Selasa (7/4), Ia sangat prihatin atas tragedi kemanusiaan di Yaman yang memakan ratusan korban warga sipil, termasuk kaum wanita dan anak-anak.

Lihat link ini : http://ahlulbaitindonesia.org/berita/8203/pbnu-stop-agresi-ke-yaman-junjung-perdamaian/

“Sudah ratusan korban yang jatuh,” ujar Agil Siradj. “Tentu kita merasa sedih. Bukan hanya di Yaman, di Irak, di Suriah juga kan korbannya itu masyarakat sipil.” Menurut Agil Siradj, invasi Saudi ke Yaman ini memang akibat keinginan Yaman untuk menjadi negara yang berdaulat dan mengambil tanahnya yang dirampas Saudi.

“Sejak dulu Yaman dan Saudi itu tak pernah akur. Itu musuhan sudah lama. Kan Thaif itu dulunya milik Yaman (yang diambil Saudi). Saudi Selatan itu dulunya milik Yaman sebenarnya,” ujar Agil Siradj saat ditanya penyebab rakyat Yaman bangkit melawan Saudi.

Lihat link ini: http://www.imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=2560

Agil Siradj menyerukan agar peperangan yang memakan banyak korban masyarakat sipil yang tak berdosa ini segera dihentikan. “Kita menyerukan semuanya (Yaman-Saudi) damai. Jangan perang,” seru Agil Siradj.

Lalu dari pernyataan tokoh-tokoh teras diatas, bagaimana inisiatif ulama-ulama itu mengunjungi kedutaan besar saudi dan mendukung saudi serta menyalahkan Yaman? Sementara Pemerintah Indonesia-pun juga bersikap netral dan menyerukan agar peperangan secepatnya dihentingan.

Lalu siapa ulama-ulama itu (Ali Mustofa Yaqkub, MUI, Noor Ahmad, PBNU, Yunahar Ilyas, PP Muhammadiyah, K.H. Kholil Nafis, MIUMI, Persis dan lainnya)? Apa motif dan latar belakangnya? Isu sektariankah, atau keinginan bantuan dari negara Saudi-Arabia, atau ada motif lainnya? Ini semua patut dipertanyakan. (ARN/MM)

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: