Sejumlah Ulama Anti Nilai Kemanusiaan

ARN001200400152-Dukungan-Ulama-Indonesia-Anti-Nilai-KemanusiaanArrahmahnews.com - Para ulama Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi antara lain MIUMI, Al Irsyad termasuk Ali Mustofa Ya’qub dan KH Cholil Nafis menyatakan dukungan terhadap Saudi Arabia. Sebagai mana diketahui Saudi merupakan negara yang memimpin pasukan koalisi dalam operasi militer terhadap kelompok Houthi di Yaman. Mereka menekankan ini adalah peperangan untuk membantu rakyat Yaman bukan pertikaian sektarian.

Setelah mengunjungi kedutaan Saudi Arabia Musofa Ya’qub mengatakan, Al-Haothi harus dihentikan. Karena kelompok radikal itu sudah seperti teroris. “Pertikaian disana memang bukan pertikaian sektarian,” ujarnya geram Sabtu (11/4) lalu.

Namun, apakah pernyataan ini masuk akal ?

Pertama, bila Saudi ingin membantu rakyat Yaman mengapa dengan mengirimkan bom serta senjata lengkap. Dan bahkan disinyalir dibantu oleh AS ?. Selain itu serangan ini malah banyak mengenai masyarakat sipil.

Kedua, bukankah ini peperangan dalam negara yang merdeka. Yakni, suku Houthi (Syiah Zaidiyah) didukung simpatisan bekas presiden tersingkir Abdullah Saleh melawan Presiden Mansour al Hadi (dukungan Saudi). Jika memang dalilnya membela rakyat Yaman, mengapa sejak dulu Yaman dibiarkan miskin dan tidak dibantu oleh Saudi.

Ketiga, bisa dilihat bahwa para ulama itu (yang mendatangi Kedubes Saudi) tidak mengikuti dan memahami realita di Yaman. Bahwa sejak Presiden Abdullah Saleh, Suku Al Houthi sudah pernah melakukan demo besar-besaran. Dan ketika ganti Presiden Mansur Al Hadi negara makin miskin, BBM naik tinggi dan lain sebagainya.

Untuk masalah suku Houthi, mereka awalnya hanya menuntut berbagi kekuasaan yang lebih baik. Sebab al Houthi ikut menggulingkan Abdullah Saleh (presiden yang sudah berkuasan 30 tahun lebih). Tetapi realita politik berubah, kejengkelan terhadap Mansour Al Hadi menyebabkan mereka malah lebih dekat dengan rakyat simpatisan mantan presiden terguling yang sudah berkuasa lama. Al Houthi mendapatkan angin. Kemenangan demi kemenangan diraih al Houthi (Syiah Zaidiyah). Inilah yang membuat kebingungan Saudi-Arabia. Kepentingannya untuk mengontrol lalu lintas minyak mengancam hegemoni Saudi di Yaman. AS dan Israel melihat akan lebih baik kalau Saudi yang mengontrol dari pada Al Houthi (yang lebih dekat ke Iran).

Keempat, Kita bisa melihat mengapa mereka mendukung Saudi-Arabia ? Itu adalah tagihan Saudi dimana mereka (organisasi ulama-ulama itu) sudah sangat banyak mendapatkan bantuan dari Saudi.

Kelima,  kita bisa lihat siapa itu MIUMI. Organisasi ini sudah sangat-sangat jelas rekam jejaknya. Mereka sangat membenci Syiah. Sehingga dukungan terhadap Saudi dipastikan. Ali Mustofa Ya’qub, ini juga sama sangat pro-Saudi. Bahkan beberapa waktu lalu demi kepentingan Saudi,  Ali Ya’qub menulis, http://www.republika.co.id/berita/koran/opini-koran/15/02/13/njp7g851-titik-temu-wahabinu. Namun dibantah habis oleh kader NU disini http://www.muslimedianews.com/2015/02/tanggapan-atas-tulisan-kh-ali-mustafa.html. Apakah mereka membela Saudi karena motif pembacaan geopolitik Yaman atau justru sentimen sektarian? Kemungkinan yang kedua, yang lebih kental.

Dan terakhir, Keenam Pemerintah Indonesia tidak pernah menyatakan dukungannya terhadap serangan pimpinan Arab Saudi.  Justru Indonesia menyesalkan terjadinya kembali korban sipil dalam pertikaian di Yaman. Pemerintah Indonesia terus menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memperhatikan keselamatan warga sipil. Baik itu warga Yaman maupun warga asing.

Pada beberapa kesempatan Menteri Luar Negeri Retno Lestari meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause). Ini guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman. Kesempatan ini akan digunakan oleh pemerintah untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari Yaman. Dan sekarang Ratusan WNI sudah dikeluarkan dari sana.

Lalu mengapa mereka berkunjung ke kedutaan dan melakukan dukungan itu? Ada beberapa kemungkinan. Yakni, sangat mungkin mereka ingin memberikan opini. Bahwa sekian ormas mendukung Saudi-Arabia dan menyalahkan al Houthi. Ini sangat penting, sebab di Indonesia, tokoh-tokoh keturunan Arab atau para Habaib banyak diikuti warga NU. Mereka rata-rata keturunan Yaman.

Sekali lagi perang di Yaman, memang bukan perang Sektarian antara Saudi (Wahabi) dan Al Houthi (Syiah Zaidiyah). Tetapi itu peperangan Nasionalis, peperangan antara Yaman dan Saudi. Demi kepentingan supremasinya di Yaman. AS sangat berkepentingan disana. Dan isu sektarian, adalah isu yang sangat menguntungkan, khususnya untuk mendapat dukungan masyarakat umum dunia.

Dan untuk AS, isu sektarian itu punya dua sisi. Pertama, untuk kepentingan memenangkan tanpa keluar biaya banyak. Kedua, percekcokan antar madzab Islam adalah target berkelanjutan. Dan terus dihembuskan demi melemahkan Islam secara umum apapun madzabnya. Karena mereka tidak akan rela Islam kuat, Islam sadar dan bersatu. (ARN)

 

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Sejumlah Ulama Anti Nilai Kemanusiaan

  1. ulama suuk // Okt 25, 2015 at 8:34 pm // Balas

    Mereka yg mendukung saudi adalah ulama suuk.. Dan mereka bukan golongan dari sunni(aswaja)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: