Para Ekstrimis Melakukan Kekerasan Seksual Sebagai Taktik Perang

ARN0012004001526-ISIS-Jadikan-Wanita-Budak-SeksPerserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini mengungkapkan bahwa perkosaan dan pelecehan seksual telah berubah menjadi taktik perang di tangan kelompok-kelompok Takfiri seperti ISIL, ISIS, Jabha Nusroh dan Boko Haram.

Arrahmahnews.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dalam laporan tahunannya yang dirilis pada hari Senin tahun 2014 lalu "menceritakan pemerkosaan, perbudakan seksual dan perkawinan paksa yang digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis, termasuk sebagai taktik teror."

Kekerasan seksual di Irak, Suriah dan Nigeria tidak terjadi secara kebetulan tetapi “terencana dengan tujuan strategis, ideologi dan pendanaan dari kelompok ekstremis.”

PBB memasukkan ISIL dan Boko Haram bersama dengan 11 kelompok lain sebagai pihak yang melakukan kekerasan seksual.

Boko Haram yang mengontrol bagian Nigeria timur laut, baru-baru ini menyatakan kesetiaan kepada kelompok ISIL Takfiri, yang melakukan kejahatan keji terhadap kemanusiaan di Irak, Suriah, dan Libya.

Studi ini muncul setelah penculikan 276 perempuan dari sekolah di kota Nigeria timur laut Chibok oleh militan Boko Haram pada tahun 2014. Laporan-laporan mengatakan 57 gadis berhasil melarikan diri, namun 219 masih hilang.

PBB mengatakan penculikan ini sebagai “salah satu episode yang paling mengkhawatirkan dari tahun 2014” dan menambahkan, “kawin paksa, perbudakan dan ‘penjualan’ perempuan dengan modus operandi dan ideologi.”

Lebih lanjut PBB melaporkan bahwa ISIL menyekap wanita dan dipaksa menjadi budak seks, terutama mereka yang berasal dari kelompok minoritas Izadi. Selama beberapa bulan terakhir, sekitar 1.500 warga sipil telah dipaksa menjadi budak seks di Irak.

Menurut laporan PBB dalam rapat tertutup dengan 19 negara membahas 45 kelompok yang terlibat dalam kekerasan seksual. [ARN]

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: