News Ticker

Kongres AS Mendukung Perang, Melarang Upaya Perdamaian

ARN0012004001534-Harvey-WassermanArrahmahnews.com - jurnalis Amerika, penulis dan aktivis Harvey Wasserman mengatakan, "Kongres AS menyetujui undang-undang apapun yang berhubungan dengan kekerasan, pembunuhan dan perang, dan menolak upaya berdamai dengan negara-negara lain"

Wasserman membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV pada hari Sabtu ketika mengomentari senator hawkish yang akan meminta Presiden Barack Obama untuk mengirimkan teks kesepakatan nuklir dengan Iran ke Kongres untuk diperiksa.

Dia mengatakan tampaknya bahwa Kongres yang didominasi Partai Republik tidak akan membiarkan Obama untuk mencapai penyelesaian politik dengan Iran atas program nuklirnya.“Ini adalah situasi di mana Kongres, Partai Republik, tampaknya ingin mengizinkan Obama untuk berperang terbatas di Afghanistan dan di tempat lain, tetapi tidak dapat berdamai [dengan] Iran,” kata Wasserman.

Dia menambahkan bahwa “itu sangat mengganggu kita dan akan membuat perang permanen terjadi … di Irak dan Afghanistan begitu lama tanpa akhir yang jelas. Sementara tiba saatnya melakukan perdamaian dan perundingan serta penyelesaian “nuklir Iran”, sayangnya kongres tidak melakukan upaya untuk itu, tegas Aktivis perdamaian Ohio berbasis di Amerika Serikat.

“Apa pun yang ada hubungannya dengan kekerasan dan pembunuhan, Kongres tampaknya mendukung itu dan apa pun yang berkaitan dengan perdamaian, konggres menolaknya,” kata Wasserman.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, 53, meminta semua pihak agar bersabar menunggu hasil akhir kesepakatan nuklir Iran pada 30 Juni nanti. Terutama pihak-pihak yang kontra terhadap kesepakatan tersebut.

“Saya tidak mengerti kenapa semua orang berusaha keras mengantisipasi kegagalan. Mari menunggu dan melihat perjanjian ini. Jika kami tidak puas dengan perjanjian yang bisa memotong jalan Iran untuk memiliki senjata nuklir ini, kami tidak akan menandatanganinya,” tegas Obama pada Sabtu (11/4) saat di Panama.

Pernyataan Obama itu dilontarkan untuk menjawab kritik yang terus mengalir dari Partai Republik. Partai oposisi tersebut menganggap bahwa Obama terlalu lembek dan perjanjian itu akan lebih menguntungkan Iran.

Memang kesepakatan ini memiliki dampak mutli, dan khususnya bagi pihak-pihak seperti rezim Zionis Israel dan lobinya di Amerika dapat menjadi berita buruk. Kubu Republik Amerika sampai saat ini telah melakukan banyak langkah untuk mempengaruhi negosiasi nuklir dan membuatnya gagal. Beberapa bulan lalu Republikan Amerika mengundang Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu untuk berpidato di Kongres. Tujuannya adalah untuk mempersulit kesepakatan nuklir yang sepertinya akan tercapai.

Sementara itu, Benyamin Netanyahu beberapa hari lalu menyatakan kekhawatirannya atas statemen Lausanne dan menunjukkan reaksi negatif. Koran Haaretz di edisi Ahad (5/4) dalam sebuah analisanya menulis, setelah kesepakatan nuklir dengan Iran, ada berita baik dan buruk bagi Israel.

Dalam pandangan Israel, berita yang relatif baik atas kesepakatan ini adalah proyek nuklir Iran paling tidak selama satu dekade akan berada di bawah pengawasan. Namun berita buruknya bagi Israel adalah, kekuatan besar dunia mengakui bahwa Iran memiliki hak nuklir dan dari sisi politik juga diakui bahwa Tehran merupakan satu kekuatan yang patut diperhitungkan di kawasan. [ARN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: