Pengaruh Sihir Megawati pada Jokowi

ARN0012004001563-Pengaruh-Sihir-Megawati-Pada-JokowiArrahmahnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai panglima tertinggi di negeri ini, harus bisa melepaskan diri dari sosok Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri. Jokowi adalah seorang Presiden, milik rakyat bukan milik elit-elit tertentu. Memang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah memberikan mandat kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai Capres 2014. Akantetapi Pak Jokowi harus inget bahwa yang memilih dia adalah rakyat, tentu bekerja untuk rakyat.

Jokowi harus melepaskan Pengaruh Megawati yang membayang-bayangi kebijakannya dalam menjalani roda pemerintahan. Walaupun lahir dan dibesarkan di partai berlambang banteng, Jokowi maupun Megawati tetap harus mengedepankan kepentingan bangsa, ketimbang kepentingan kelompoknya sendiri.

Istilah “petugas partai” sengaja dimunculkan oleh elit-elit tertentu yang berada di tubuh PDIP, yang bertujuan mengingatkan Jokowi akan asal-usulnya. kata pakar politik Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat.

Yang harus dikhawatirkan saat ini, katanya, saat ini sudah muncul persepsi politik di tengah masyarakat, yang mana istilah dianggap sebagai slogan agar Jokowi selalu memenuhi keinginan partai (PDIP).

Jika kondisi demikian yang terjadi, lambat laun kepercayaan masyarakat akan kepemimpinan Jokowi ‎akan pudar. Jokowi selama-lamanya akan dianggap sebatas “petugas partai” dan bekerja bukan demi kemajuan bangsa dan negara, tetapi hanya untuk kepentingan kelompok.

Jokowi kata Pangi Syarwi Chaniago, harus segera lepas dari sandera parpol koalisi pendukung, Jokowi bukan lagi petugas partai, bukan mandor, tapi Jokowi harus mulai siuman bahwa ia adalah presiden sesungguhnya, ia harus yakin dengan dirinya sendiri, bekerja dan bergerak sesuai dengan hati nurani dan kehendak rakyat bukan kehendak parpol dan bayang-bayang.

“Mau tidak mau, Jokowi memang harus bisa melepaskan diri dari sosok Megawati.‎ Di satu sisi, Megawati juga harus berpikir untuk kepentingan yang lebih luas,” kata pakar politik Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, Jakarta, Rabu (15/4). [ARN]

About ArrahmahNews (12186 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: