Saudi Rekrut Martir dengan 1 Juta Riyal

ARN0012004001583-Dawood-Al-Shiryan-Kali-ini-Anda-tidak-akan-melarikan-diriArrahmahnews.com - Setelah masuk pekan ke-3 sejak serangan Saudi di mulai, hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan Saudi dari serangkaian serangan tersebut. Rupanya Saudi mulai menepuh segalah cara untuk terus menggempur Yaman, salah satunya dengan membayar mereka yang ingin menjadi 'Martir' dengan bayaran fantastis 1 juta Riyal. Seorang jurnalis Saudi Dawud al-Shiryan mengeluarkan kata-kata hinaan dengan mengatakan: "Anda telah menipu anak-anak kita." Anda lolos dari Afghanistan, Irak dan Suriah ", tapi kali ini Anda tidak akan bisa melarikan diri? Seorang wartawan Mohammad Bin Nayef mengatakan kepada emir Saudi: "Kamu adalah pedagang agama dan perselisihan"?

Mufti Saudi Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh mengajak orang-orang untuk melakukan prekrutan anak-anak muda untuk berperang di Yaman. Kerajaan juga membayar khotib-khotib untuk melakukan mobilisasi perekrutan ini dan menarik perhatian anak muda untuk jadi “martir” agar siap mati atas nama pangeran Saudi.

Dalam merealisasikan tujuan ini, media-media dan pengkhotbah telah dikerahkan serta uang yang telah dialokasikan untuk perekrutan ini telah disiapkan. Inilah cara-cara Kerajaan Saudi dalam memobilisasi masa untuk berperang dengan Yaman.

Satu juta riyal untuk setiap “martir”

Media Saudi mempromosikan apa yang disebut “Martir Sistem” yang diusulkan oleh Dewan Syura Saudi, dengan memfasilitasi tindakan mereka, menjaga hak mereka, dan memastikan perawatan yang diperlukan untuk orang tua mereka setelah kematian mereka, menurut laporan media setempat. ARN0012004001584-Dawood-Al-Shiryan-Kali-ini-Anda-tidak-akan-melarikan-diri


Saudi membungkus tawaran ini dengan hal-hal menarik seperti; satu juta riyal akan diberikan kepada keluarga martir, utang-utangnya akan dilunasi, orang tuanya akan menerima gaji bulanan, dan anak-anaknya akan dipekerjakan.

Menurut media Saudi, setelah “mati syahid” nya, istri, anak, saudara, dan saudara dari orang yang meninggal akan mendapatkan pekerjaan, serta perumahan yang aman.

Motivasi tersebut untuk melakukan pembunuhan atas nama dinasti Saudi, lihat video ini di youtube “Sample of the Decisive Storm against Yemen”. Dalam video itu seorang tentara Saudi menyatakan kesiapan untuk membela Salman bin Abdul Aziz setelah utangnya dilunasi.

Keterlibatan Ulama dan Media

Keputusan kerajaan untuk memecat Abdul Aziz Khoja dari kementerian informasi dan budaya di November 2014 sebagai akibat dari penutupan ekstrimis “Wessal” channel TV. Hal ini dilakukan karena Kerajaan monarki Saudi menyadari peran efektif saluran TV dalam memobilisasi dan menghasut masyarakat untuk ikut perang demi melayani kepentingan Saudi.

Channel Wessal setiap hari nya aktif menghasut perang sektarian,  dan mobilisasi membunuh satu sama lain atas nama agama.

Para ulama Saudi yang biasa menebar kebencian bahkan menghalalkan darah Muslim untuk melayani dinasti Saudi, Salman al-Awda, Mohammad al-Arifi, Saad al-Breik, Adnan al-Aroor, dan Mohsen al-Awaji.

Adnan al-Aroor, yang dituduh Shiryan menipu anak-anak muda dengan motivasi “jihad” di Suriah, sedang digunakan hari ini untuk memobilisasi massa untuk membunuh orang-orang Yaman.

Saad al-Breik, yang juga diserang oleh Shiryan, dengan memberi hormat kepada pejuang Arab, menggambarkan agresi pada Yaman sebagai “kemenangan bagi agama Allah dan ketaatan kepada gubernur.”

Selain itu, al-Awaj muncul di saluran TV Safa, mirip dengan Wessal TV, memuji keputusan Saudi yang meluncurkan badai yang menentukan.

Wessal dan Safa, serta jaringan TV Al Arabiya mulai menggunakan fatwa ulama, “Global Body of Muslim Scholars” yang percaya pada agresi atas Yaman merupakan jihad wajib dan sah, yang Muslim harus bersekutu untuk itu.

Gambar dan rekaman video dari sejumlah Ulama Saudi “pendukung penipuan” telah diterbitkan sebagai bagian dari memotivasi untuk “jihad”. Dalam gambar-gambar dan video tersebut beredar foto-foto Mohamad al-Arifi di lini depan menembakkan proyektil dengan bantuan pasukan Saudi, sambil mengatakan: “Oh Allah, let it hit and kill”.

Ini jelas “penjual agama”, seperti yang telah disebut oleh Shiryan di saluran TV Arab mbc. Dinasti Saudi menduga bahwa mereka dapat membeli segalanya dengan uang, termasuk “martir”, setelah mereka berhasil merekrut ulama  dan membeli Media. [ARN]

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Saudi Rekrut Martir dengan 1 Juta Riyal

  1. Intinya adalah semua yg berfaham wahabi salafi adalah jahat, apalagi para ulamanya, justru merekalah biang utama poros kejahatan bertameng agama. Hapus Wahabi salafi dari muka bumi.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: