ISIS Dibalik Serangan Bom di Jalal Abad

ARN0012004001590-ISIS-Dibalik-Serang-Bom-di-Jalal-AbadArrahmahnews.com - ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Afghanistan  yang menewaskan sedikitnya 35 orang  dan melukai 100 lainnya saat sedang mengantre untuk mengambil gaji. Ledakan itu mengguncang kota timur Jalalabad pada hari Sabtu (18/4), yang juga mengakibatkan anak-anak terbunuh di jalanan yang sibuk. Bom bunuh diri sebenarnya menargetkan staf pemerintah dan personil militer yang sedang menunggu di luar bank untuk mengambil gaji bulanan.

Penyerang menggunakan sepeda motor yang sarat bahan peledak masuk ke dalam kerumunan sebelum meledakkan untuk membunuh semua orang yang berdiri di dekatnya di distrik komersial yang ramai.

Ahmad Zia Abdul Zai, juru bicara gubernur di Provinsi Nangarhar, mengatakan korban tewas bisa bertambah karena banyak orang yang terluka berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan, sedang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan keluarga tentara yang tewas dalam serangan teror.

“Taliban tidak mengklaim tanggung jawab. Daesh mengaku bertanggung jawab untuk itu,” katanya, dengan menggunakan singkatan bahasa Arab.

Dia mengutuk pembunuhan warga sipil sebagai kejahatan “pengecut dan keji”, menuduh teroris menggunakan “darah Afghanistan dan tanah untuk mengobarkan perang “.
“Bangsa ini tidak tunduk pada ancaman dan bahaya,” kata Presiden Ghani. “Kami akan melawan mereka sampai akhir.” Polisi memeriksa adegan bom bunuh diri di Jalalabad pada Sabtu 18 April.

Klaim ISIS tidak bisa dikonfirmasi tetapi Shahidullah Shahid, yang mengaku menjadi juru bicara untuk kelompok di Afghanistan, mengatakan mengatur serangan itu dan diberi nama tersangka pembom, demikian BBC melaporkan, Sabtu (18/4).

Ini akan menjadi serangan besar pertama di negara itu. Seorang juru bicara Taliban sebelumnya telah membantah kelompoknya bertanggung jawab atas serangan di bank yang terburuk di Jalalabad selama beberapa bulan.

ISIS diyakini telah tiba di negara itu pada akhir tahun lalu sebagai upaya tentara Inggris dan AS menarik diri.

Pemerintah Pakistan, yang mengkoordinasi operasi penanggulangan terorisme dengan Afghanistan, mengutuk serangan itu.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut  pemboman itu “pengecut dan tidak pandang bulu” dan membunuh warga sipil serta tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. [ARN]

About ArrahmahNews (12188 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: