News Ticker

Bom Cluster; Hadiah Al-Saud atas Muslim Yaman

ARN0012004001598-Bom-Cluster-Hadiah-Saudi-atas-Muslim-YamanArrahmahnews.com - Lebih dari tiga pekan dari serangan jet tempur Arab Saudi ke berbagai wilayah Yaman berlalu. Selama agresi ini, puluhan warga sipil Yaman menjadi korban keganasan perang yang dikobarkan rezim Al Saud. Namun yang patut direnungkan adalah penggunaan senjata terlarang oleh Arab Saudi terhadap warga sipil Yaman.
Berbagai sumber Yaman menyatakan, jet-jet tempur Arab Suadi menjatuhkan bom cluster terhadap warga di Jabal ash Sha'af di Provinsi Saada. Ini bukan pertama kalinya Arab Saudi menggunakan senjata terlarang terhadap warga Provinsi Saada. Sebelumnya di perang tahun 2009 antara al-Houthi dan pemerintah Yaman waktu itu, Arab Saudi dengan dalih melindungi militer Sanaa juga menjatuhkan bom cluster terhadap warga Syiah di Provinsi Saada. Tepatnya seperti yang pernah dilakukan oleh rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza selama perang.

Di Yaman peristiwa yang tengah berlangsung serupa dengan kejahatan yang dilakukan oleh mesin-mesin perang Israel terhadap warga Palestina. Israel di perang Gaza menggugurkan perempuan, anak-anak dan para manula Palestina dengan beragam senjata terlarang bikinan Amerika serta Inggris. Dan kini para pemimpin Al Saud yang mengaku sebagai penjaga Haramain (Mekah dan Madinah) juga membantai perempuan, anak-anak dan warga sipil Yaman dengan bom cluster. Aksi yang jelas melanggar konvensi internasional dan menjadi bukti nyata dari kejahatan anti kemanusiaan. Amerika dan Inggris bukan saja mendukung agresi Arab Saudi ke Yaman, namun keduanya masih saja komitmen untuk mempersenjatai rezim Al Saud.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron baru-baru ini dalam kontak telepon dengan Raja Salman bin Abdulaziz, pemimpin Arab Saudi, mengungkapkan dukungan penuh Londong kepada raja rab Saudi dan peran neagra ini di transformasi Yaman.

Ashton Carter, Menteri Pertahanan AS dan Martin Dempsy, kepala Staf Gabungan Militer AS dua hari lalu dalam jumpa pers bersama di Pentagon menekankan bantuan Washington selama serangan udara Arab Saudi ke Yaman. Mereka mengatakan, Washington mendukung Riyadh dalam membela perbatasannya dan operasi militer ke Yaman.

Mengingat sikap seperti ini, pasti bahwa kejahatan yang terjadi di Yaman oleh jet tempur Arab Saudi dilakukan atas lampu hijau Inggris dan Amerika Serikat. Mencermati sikap seperti ini, maka tak ada keraguna bahwa Yaman kini menjadi korban arogansi Barat dan sekutu regionalnya. Mereka ini adalah pihak-pihak yang kembali menginginkan untuk menentukan masa depan dan transformasi Yaman sesuai dengan keinginan mereka.

Di kondisi seperti ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghendaki gencatan senjata secepatnya di Yaman. Namun anggota Dewan Kerjasama Teluk persia (P-GCC) menentang keras sikap PBB dan tetap menekankan dilanjutkannya perang di Yaman. Bahkan mereka juga tidak menutup kemungkinan digelarnya perang darat di Yaman.

Realitanya adalah warga sipil Yaman untuk saat ini tengah mengadapi kondisi sulit dan hal ini dengan sendirinya menuntut tindakan segera masyarakat internasional. Pastinya bahwa PBB sebagai otiritas tertinggi lembaga internasional dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia, memikul tanggung jawab yang besar. Khususnya para pemimpin Ansarullah juga menghendaki penyidikan internasional terkait kejahatan rezim Al Saud di Yaman. Isu ini jika diabaikan akan membuat posisi PBB sebagai penjaga keamanan dan HAM dunia dipertanyakan. [ARN]

About ArrahmahNews (14632 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: