News Ticker

Kisah Sabotase KAA pada 21 April 1955

ARN00120040015102-Kisah-Sabotase-KAAArrahmahnews.com - Bandung, 21 April 1955. Konferensi Asia Afrika memasuki hari keempat. Di salah satu sudut ruangan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo menerima nota rahasia dari koleganya, Perdana Menteri Cina Zhou Enlai. Nota itu disampaikan melalui Sekjen Konferensi Roeslan Abdulgani. Isinya, Zhou meminta perhatian pemerintah Indonesia karena berdasarkan laporan intelijen kedutaannya di Jakarta, ada gerak-gerik mencurigakan dari sekelompok orang Cina anggota Kuo Min Tang (KMT). Kou Min Tang (KMT) adalah lawan bebuyutan Partai Komunis Cina. Saat melawan pemerintah Cina, KMT disebut banyak mendapat dukungan dari dunia Barat.

Kembali ke nota untuk PM Ali Sastroamidjojo. Menurut nota resmi tersebut, tokoh-tokoh KMT dari seluruh Indonesia sudah berkumpul di suatu tempat di Bandung. “Mereka pura-pura mengunjungi pesta perkawinan dari anak salah satu pedagang besar Cina di Bandung,” tulis Ali di halaman 507 memoarnya, ‘Tonggak-tonggak di Perjalananku’.

Dalam pesta tersebut beberapa pistol dengan alat peredam dibagikan. Tujuannya adalah untuk membunuh Perdana Menteri Zhou Enlai.

Pemerintah Indonesia pun menindaklanjuti nota rahasia itu. Pasalnya keselamatan diri para anggota delegasi KAA menjadi tanggung jawab pemerintah RI.

Menteri Ali segera menggelar rapat dengan para penanggung jawab keamanan di Jawa Barat (Jabar). Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Jabar Sanusi Hardjadinata, Jenderal AE Kawilarang, Kepala Polda, dan Kepala CPM Kolonel Rusli.

Ali menginstruksikan mereka untuk memperketat penjagaan keselamatan Zhou. Dia juga menginstruksikan supaya orang-orang Cina yang sedang berpesta itu diawasi polisi sedemikian rupa agar tidak bisa menjalankan gerak-gerik yang mencurigakan. [ARN]

About ArrahmahNews (13398 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: