News Ticker

Gus Mus; Kritik Jokowi Soal APBN

ARN00120040015121_Gus-Mus_Kritik_Jokowi_Soal_APBNArrahmahnews.com - Jombang, Pejabat Rais Am PBNU KH A Mustofa Bisri mengkritik pemerintahan Jokowi-JK yang tidak mengalokasikan anggaran untuk pendidikan pesantren NU dalam APBN. Padahal, menurutnya, tanpa NU negara ini akan kacau. "Pada APBN sekarang tidak ada sama sekali  yang menganggarkan pendidikan pesantren NU," tutur kiai yang akrab disapa Gus Mus ini saat hadir dalam peringatan 1 Abad Pesantren Denanyar Jombang Haul KH Bisri Syansuri dan Bu Nyai Hj Chodijah, pendiri pesantren Denanyar, Ahad (19/4) malam. Padahal, lanjutnya, Negara Indonesia kalau tidak ada NU akan kacau. "Indonesia yang ada sekarang ini salah satunya karena adanya pesantren, pesantren itu NU kecil, karena yg mendirikan NU adalah kiai-kiai pesantren," imbuhnya seraya memberikan contoh Negara Philipina yg dulu mayoritas Muslim kini penduduknya yang muslim hanya tinggal 1 persen, berbeda dengan Indonesia. "Dan setiap ada kekacauan atau gegeran besar negara pasti membutuhkan NU," paparnya.

Kritikan Pejabat Rais Am PBNU ini menindaklanjuti keluhan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang menyesalkan pendidikan berbasis pesantren, yakni madrasah diniah, tidak mendapatkan perhatian pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

“Soal pendidikan, negara membuat fakta sendiri, pendidikan diniah atau  Madin tidak diurus dan tidak mendapatkan alokasi dalam BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Padahal ada sekitar 987 ribu lembaga pendidikan diniyah salfayiah yang selama ini belum diakui dan perlu mendapat perhatian,” ujar Gubernur seraya meminta para Menteri Jokowi dan petinggi Partai PKB menyampaikan kepada Pemerintah.

Pak Dhe Karwo, demikian ia biasa dipanggil,  meminta pembantu-pembantu presiden Jokowi, untuk menyampaikan keluhan soal pendidikan pesantren ini. “Kami usul ini menjadi bagian program. Dan kami sudah membuat surat, Konsep Pendidikan yang khas Indonesia hanya ada di pesantren,” imbuhnya.

Gubernur juga menambahkan,  bangsa Indonesia bisa aman seperti sekarang ini berkat ulama- ulama yang berhasil mengawinkan agama Islam dan kebudayaan. “Beberpa ahli memperhitungkan, negara yang paling kuat (adalah lantaran) ketemunya agama dan kebudayaan. Dan para ulama NU berhasil mengawinkan agama dan budaya kemudian dirumuskan para ulama NU, Islam Nusantara,” jelasnya.

Gubernur dua periode ini memberikan contoh, bahwa  Jawa Timur yang merupakan provinsi Nahdliyin, hampir tidak ada gejolak,  meski banyak aliran yang ada. “Karena di Jatim banyak pesantrennya. Gejolak hampir tidak ada, kalau hangat sedikit wajar lah,” pungkasnya.

Hadir dalam Peringatan 1 Abad Pesantren Denanyar dan Haul KH Bisri Syansuri antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj,  Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Riset dan Tegnologi Abd Nasir,  Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wagub Syaifullah Yusuf, dan Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar. [ARN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: