News Ticker

Kenapa Saudi Menghentikan Perang?

ARN00120040015125-Yaman"Kementerian Pertahanan Saudi mengeluarkan pernyataan bahwa serangan udara berhasil menghapus ancaman terhadap keamanan Arab Saudi dan negara-negara tetangga."
Arrahmahnews.com - Sesungguhnya pernyataan kementrian pertahanan Arab Saudi untuk mengakhiri kampanye militer terhadap Yaman menunjukkan kegagalan serangan ofensif dan kekanak-kanakan kerajaan itu. Apa yang terjadi selama agresi militer Saudi terhadap Yaman, hanya menghasilkan ribuan orang, termasuk pria, wanita dan anak-anak, tewas dan ribuan lainnya terluka. Kehancuran infrastruktur Yaman.

Sementara pasukan revolusioner Ansarullah bersama-sama dengan tentara Yaman tetap menguasai seluruh tanah Yaman. Bahkan bendera putih tidak diangkat di Sanaa, dan Riyadh belum mencapai satupun tujuannya.
Pengambil kebijakan Saudi justru menilai bahwa perilaku mereka berbahaya untuk keamanan mereka, bahkan benar-benar telah menghancurkan martabat Islam mereka di mata dunia.
Inilah bukti adanya perbedaan tajam dan keretakan dalam kepemimpinan Saudi yang memaksa Raja Salman untuk mengeluarkan pengumuman ke publik beberapa jam sebelum menelan kekalahan.
Sebenarnya apa yang memaksa Saudi mengambil keputusan penghentian serangan terhadap Yaman. Sebelum kita menyimpulkannya, ada beberapa peristiwa yang terjadi sehingga memaksa Saudi mengambil kebijakan penghentian serangan.
Pertama, Koalisi yang dipimpin Saudi terpecah setalah Turki dan Pakistan menolak ikut serta dalam invansi ke Yaman. Tentu masalah ini membawah dampak luas bagi pasukan koalisi yang dipimpin Saudi.
Kedua, Terjadinya perselihan hebat antara Arab Saudi dan UEA dalam masalah taktik perang dan skenario penyelesaian perang.
Ketiga, Hilangnya peran Qatar dalam taktik perang yang dilancarkan koalisi sampai akhir perang, hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara Qatar dan Saudi.
Keempat, ketidak mampuan pasukan koalisi dalam memburu pasukan Anshorullah dan tentara loyalis Ali Abdullah Saleh. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi pasukan koalisi dengan persenjataan moderen tidak mampu mendeteksi musuh dengan baik sehingga seringan kali bom-bom Saudi salah sasaran, yang berakibat kecaman dunia.
Kelima, Terjadi perpecahan dalam internal kerajaan Saudi sehingga memaksa raja Salman mengeluarkan dekrit  kepada pasukan Garda Nasional yang dipimpin oleh Mut’ib bin Abdullah untuk terlibat bersama Departemen Pertahanan dan Angkatan Udara Saudi dalam perang melawan Yaman. Akantetapi Garda Nasional justrumenjauhkan diri dari keterlibatan di Yaman dan tidak mengeluarkan pernyataan resmi apapun dari pangeran Mut’ib hingga agresi dihentikan.
Keenam, Duta Besar Saudi di AS mengeluarkan pernyatakan bahwa pasukan koalisi tidak akan menghentikan serangan ke Yaman, namun kurang dari 24 jam setelah pernyataan tersebut, Saudi mengumumkan penghentian serang Saudi ke Yaman. Ini menunjukkan bahwa pengambil keputusan dalam perang di Yaman ada di tangan AS.
Namun,  blokade laut Saudi di Yaman akan tetap berlaku dan pasukan Saudi akan terus menargetkan para pejuang gerakan al-Houthi, Ansarullah di Yaman, tegas kementrian keamanan Saudi. [ARN]

About ArrahmahNews (16638 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: