Kisah Seekor Semut yang Kelaparan

Kisah-Seekor-Semut-Yang-KelaparanArrahmahnews.com - Alkisah, ada seekor semut berbadan besar dan berwarna hitam dengan kaki yang panjang. Gerakannya sangat cepat. Dia juga tidak pernah bisa tenang. Dia dikenal dengan nama Semut Tunggangan. Suatu hari, si semut merasa lapar namun dia tidak menemukan apapun juga yang bisa dimakan. Sebab, ia tidak cermat melihat apasaja yang ada di sekitarnya. Dengan gerak yang cepat ia meninggalkan tempat itu padahal di kanan dan kirinya terdapat banyak buah dan makanan yang bisa menghilangkan rasa laparnya. Ia menuju ke sarang semut-semut lain dan meminta mereka memberinya makanan untuk mengisi perutnya.
Suara Semut Tunggangan didengar oleh semut-semut lainnya. Ketika mereka menuju pintu sarang untuk memberinya sedikit makanan, semut besar itu sudah tidak ada di tempat. Ia sudah dengan cepat meninggalkan tempat itu. Salah seekor semut berkata, "Dasar semut gila. Minta makanan tapi tak mau bersabar menunggu barang sejenak."

Semut Tunggangan masih disiksa oleh rasa lapar yang semakin menusuk. Ia kembali mendatangi sarang semut yang tadi dikunjunginya. Namun setelah meminta makanan dia tak bersabar dan langsung pergi. Kejadian serupa terulang sampai tiga kali.  Semut-semut kecil merasa iba kepadanya.

Sejenak mereka berembug untuk mencari jalan keluar menyelamatkan Semut Tunggangan dari rasa lapar yang bisa saja membunuhnya. Dari sekian banyak semut, ada seekor semut muda yang punya pikiran brilian. Ia angkat suara. “Jangan kuatir. Aku akan melakukan sesuatu yang membuat semut itu tidak lagi berlari kesana kemari. Aku membuatnya duduk manis di sini barang sejenak.”

Semut muda meninggalkan rekan-rekannya. Ia menunggu kedatangan Semut Tunggangan. Ketika yang ditunggunya datang, dengan gesit semut muda itu melompat ke kaki semut besar itu dan menggigitnya dengan sekuat tenaga. Semut itu mengerang kesakitan.

Rasa sakit itu membuatnya tak bisa berlari lagi seperti sebelumnya. Sejenak kemudian dia jatuh dan menjerit histeris, “Oh kakiku. Sudah lapar sekali sekarang kakiku juga sakit.”

Semut muda mendatanginya dan berkata, “Kau datang kemari untuk meminta makanan. Tapi mengapa tak mau duduk bersabar dan menyantap makanan yang bisa menghilangkan rasa laparmu? Kami mau memberimu makanan. Kalau untuk memberimu saja kami tidak bisa menemuimu bagaimana jika kami hendak menagih satu amanat yang ada padamu?”

Semut besar tak bisa menjawab. Dia diam dan menunduk lesu. Semut-semut kecil pun berdatangan membawa makanan untuk diberikan kepadanya.

Dari kisah itu, dibuatlah pepatah:

Hala keh Mikhohim Chizi beh Tou Giret Nemiavarim, Vai beh Rouzi keh Bekhohim az Tou pas Girim

Bila Ingin Memberimu Sesuatu dan Engkau Tidak Ada, Bagaimana Mengambil Sesuatu Darimu

Pepatah ini digunakan untuk menyebut orang yang tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaannya atau mereka yang meminta bantuan tapi tak mau menindaklanjuti permintaannya. [ARN]

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: