Maraknya Fenomena Zoophilia di Barat

ARN00120040015125Arrahmahnews.com - Di abad 21 dewasa ini masyarakat Barat semakin jauh dari fitrah kemanusiaannya. Modernisasi berhasil melahirkan kemajuan di bidang sains dan teknologi, tapi sebaliknya gagal membangun kehidupan manusia yang bermoral. Hubungan harmonis antaranggota keluarga dalam masyarakat Barat saat ini diisi dengan kehadiran hewan piaraan.

Kini, sebagian laki-laki maupun perempuan Barat memelihara hewan piaraan, seperti anjing dan memperlakukannya sebagai pasangan. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai pemuas kebutuhan seksualnya, sebagaimana yang dilakukan sejumlah wanita di sejumlah negara Barat. Beberapa waktu lalu, seorang wanita AS memilih anjing sebagai pasangan hidupnya setelah mengalami kegagalan karena dikhianati sang suami dalam pernikahan yang telah berlangsung selama empat tahun.

Mengenai alasan menjadikan anjing sebagai pasangannya, wanita ini berkata, “Anjing ini lebih setia dari mantan suami saya…” Ironisnya, di malam pengantin, wanita ini mengenakan gaun pengantin dan anjing itu dipakaikan jas safari mewah. Inilah sebuah komedi getir mengenai runtuhnya pilar keluarga di Barat.

Tampaknya, kegagalan membangun keluarga di negara-negara Barat akibat pasangan mereka berkhianat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perceraian menjadi fenomena yang lumrah di tengah masyarakat. Tapi amat disayangkan jalan keluar yang ditempuh sejumlah wanita dengan menjadikan hewan sebagai pasangan justru semakin memporakporandakan pilar keluarga di Barat yang sudah rapuh itu.

Meskipun pernikahan antara manusia dan hewan masih belum mendapat pengakuan hukum dan tidak tercatat di kantor catatan sipil, namun negara-negara Barat tidak menghalangi pernikahan tersebut dengan alasan kebebasan. Kini dengan meningkatnya para pendukung pernikahan antara manusia dengan hewan, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada undang-undang yang mengakui model pernikahan seperti ini, sebagaimana yang menimpa pernikahan sejenis yang telah diakui secara hukum di sejumlah negara Barat.

Ironisnya, pejabat tinggi militer AS justru mengungkapkan harapannya bahwa kebebasan hubungan seksual antara tentara dengan hewan akan mengurangi tingkat aksi pemerkosaan yang dilakukan tentara AS. Pada tahun 2011, senat AS menyetujui  pencabutan undang-undang hukuman bagi personil militer AS yang melakukan hubungan seksual sesama jenis, maupun dengan hewan. Sebelumnya, berdasarkan pasal 125 tentang ketentuan militer disebutkan bahwa hubungan seksual dengan sesama jenis maupun hewan termasuk tindakan ilegal, dan setiap personil militer yang melakukannya akan diajukan ke pengadilan.

Maraknya hubungan seks antara manusia dan hewan atau zoophilia di sejumlah negara Barat membuat pemerintah Jerman kembali menerapkan aturan pelarangan hubungan seks dengan hewan. Bagi warga Jerman yang terbukti melakukan hubungan seks dengan hewan akan dikenakan denda. Media massa melaporkan, langkah tersebut diambil menyusul makin banyaknya perilaku seks menyimpang yang dilakukan warga Jerman. Setelah peraturan seks menyimpang dihapuskan tahun 1969, Kepala Komite Pertanian Jerman Hans Michael Goldmann mengatakan pemerintah melarang warga melakukan hubungan badan dengan binatang. Tidak hanya itu penduduk yang mengizinkan hewan peliharaannya dijadikan ajang pelampiasan seks juga akan dikenakan denda.

Atas nama kebebasan, sebagian anggota masyarakat di Barat melakukan apa saja meski harus melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan aturan agama seperti zoophilia. Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk yang mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi di muka bumi ini. Untuk itu, Islam mempertimbangkan kemaslahatan selain faktor kebebasan. Kini, muncul pertanyaan bagaimana mungkin manusia membiarkan dirinya disejajarkan dengan hewan ? Ketika agama dilepaskan dari hubungan sosial dan manusia tidak memahami tujuan hidupnya, maka tidak ada halangan untuk melakukan apapun.

Maraknya fenomena zoophilia merupakan dampak lain dari rapuhnya pilar keluarga di Barat. Amat mengherankan di abad 21 ketika masyarakat modern mencapai berbagai kemajuan penting di bidang sains dan teknologi, justru ada sebagian manusia yang memenuhi kebutuhan seksualnya dengan hewan. Padahal para dokter dewasa ini memperingatkan bahaya timbulnya berbagai penyakit akibat hubungan abnormal itu. Di antara penyakit yang timbul akibat zoophilia antara lain: infeksi alat kelamin, infeksi paru-paru, penyakit cacing dan gangguan saluran pernafasan dan berbagai penyakit lain.

Selain masalah zoophilia, dewasa ini muncul penyakit sosial baru bernama pedophilia di tengah masyarakat Barat berupa tingginya aksi pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan dewasa terhadap anak-anak. Meluasnya budaya pornografi dan porno aksi di tengah masyarakat menyebabkan meningkatkan berbagai kebobrokan sosial, termasuk maraknya pedophilia. Misalnya, di Florida, AS, polisi negara bagian AS itu menangkap pemuda berusia 23 tahun yang merupakan anggota sindikat pedophilia yang melakukan aksi kejahatan terhadap anak-anak, terutama remaja perempuan.

Fenomena pedophilia bukan hanya menimpa negara-negara Barat, bahkan kini telah merambah masyarakat timur. Penelitian terbaru menunjukkan terjadinya peningkatan tingkat perkosaan yang dilakukan dewasa terhadap anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Di Jepang, aksi perkosaan terhadap anak-anak di bawah usia 12 tahun semakin meningkat. Sebuah data statistik menunjukkan bahwa sebanyak 10 persen pria Jepang pernah melakukan hubungan seksual dengan gadis remaja. Data tersebut kian hari semakin tinggi dan mengkhawatirkan. Saking tingginya pejabat Jepang memperingatkan ancaman kecenderungan masyarakat negara terhadap hubungan seksual. Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran serangan budaya Barat pasca perang dunia kedua.

Dewasa ini salah satu kekhawatiran keluarga di Barat adalah meningkatnya aksi penggunaan anak-anak terutama anak-anak yang memiliki masalah mental sebagai objek kejahatan. Misalnya di sebuah rumah sakit swasta di Chicago AS terjadi penyerangan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang sedang dirawat inap. Munculnya berbagai penyimpangan sosial ini akibat hilangnya peran keluarga di tengah masyarakat Barat. [ARN]

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: