Presiden Jokowi Mendesak Segera Dilakukan Reformasi dalam tubuh PBB

ARN00120040015131-Jokowi-Sentil-Ketidak-Becusan-PBBArrahmahnews.com - Dalam pidatonya di hadapan kepala negara dan perwakilan negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika ke-60, Jokowi mendesak dilakukannya reformasi dalam tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilai tidak berdaya mengatasi banyak ketidakadilan dunia. "Kita mendesak reformasi PBB agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan dunia bagi semua bangsa," kata Jokowi saat membuka Pertemuan tingkat Kepala Negara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4).

Saat menyatakan hal tersebut, Presiden Jokowi mendapatkan tepukan meriah dari para hadirin.

Menurut Jokowi, ketidakadilan semakin menyesakan dada ketika deklarasi Bandung masih menyisakan utang selama enam dasawarsa.

Tatanan dunia baru yang berdasarkan kesetaraan dan keadilan juga dinilai masih jauh.

Dia mengatakan, ketika negara-negara kaya yang hanya sekitar 20% penduduk dunia, ketidakadilan menjadi nyata.

“Ketika ratusan orang di belahan bumi menikmati hidup superkaya, sementara 1,2 miliar di belahan selatan tidak berdaya dengan kemiskinan dengan pnghasilan kurang dari dua dolar per hari, maka ketidakadilan semakin kasat mata,” ujar Jokowi.

Menurutnya, saat ketidakseimbangan global semakin kentara, PBB tidak berdaya, aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB telah menafikkan keberadaan badan dunia yang kita miliki bersama itu.

“Oleh karena itu, kita bangsa-bangsa di Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan dunia bagi semua bangsa,” katanya.

KAA hari ini merupakan pertemuan tingkat kepala negara setelah sebelumnya diawali dengan pertemuan tingkat menteri kemudian pertemuan kalangan pengusaha dan bisnis Asia Afrika. Hari ini 21 negara hadir dalam pembukaan KAA 2015.

Isu-isu yang diangkat dalam rangkaian peringatan antara lain penanganan terorisme, perubahan iklim, kemerdekaan Palestina hingga pembangunan berkelanjutan. Sementara tema besar adalah “ Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity”.

Dalam pembukaan KAA hari ini hadir pula Presiden ke-3 BJ Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputi, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno dan mantan Wakil Presiden Hamzah Haz yang disapa Jokowi sebelum memulai sambutannya.

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: