Gerombolan Takfiri ISIS Dilanda Perpecahan

ARN00120040015140-Gerombolan-ISIS-Dilanda-Perpecahan-HebatArrahmahnews.com - Press TV melaporkan Kelompok Takfiri ISIS menghadapi perpecahan di antara anggotanya setelah pasukan Irak mengalami kemajuan dalam mengambil alih beberapa kota yang sebelumnya dikuasai ISIS. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa kelompok Takfiri telah terbagi menjadi 23 cabang yang lebih kecil.

Mereka juga mengatakan anggota ISIS tidak lagi mematuhi perintah tunggal dan lebih memperkaya diri masing-masing serta posisi yang lebih baik.

Sementara itu kelompok ini menghadapi perlawanan dari masyarakat di kota utara negara Irak, Mosul sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh militan Takfiri terhadap rakyat sipil.

 

Hashem al-Kendi, seorang analis politik Irak, mengatakan kepada Press TV bahwa Pada tingkat militer, kelompok (Takfiri ISIS) dikepung dari berbagai daerah di Mosul. Masyarakat setempat juga menolak perintah ISIS karena mereka telah melihat kejahatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Beberapa sumber juga mengatakan pemimpin kelompok itu Abu Bakr al-Baghdadi telah terluka dan tidak dapat memimpin kelompok itu lagi. Kondisi ini yang semakin membuat kelompok ini menjadi lemah, tambahnya.

Beberapa laporan juga mengatakan sekelompok masyarakat Mosul diam-diam telah membentuk brigade perlawanan terhadap ISIS.

“Saat ini ISIS tidak lagi kuat. Kekuatannya berasal dari dukungan regional, terutama dukungan keuangan yang berasal dari Persian Gulf [negara-negara Arab yang berada di teluk persia] dan dari Barat,” tegas Wael Rikabi, seorang analis politik Irak. “Tanpa keuangan, intelijen dan dukungan logistik, ISIS semakin sekarat, bahkan kelompok ini sekarang terbagi dan tidak lagi memiliki kehadiran yang aktif di provinsi Niniwe”.

Mengutip laporan setempat, reporter Press TV Rahshan Saglam mengatakan bahwa beberapa pemimpin ISIS telah meninggalkan Irak.

ISIS melancarkan serangan di Irak pada bulan Juni tahun lalu dan mengambil alih Mosul, kota terbesar kedua di negara itu, sebelum menyapu jantung Irak.

Para teroris telah melakukan kejahatan keji dan mengancam semua masyarakat, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen selama kemajuan mereka di Irak.

Tentara Irak, unit polisi, pasukan Kurdi, serta relawan Syiah dan Sunni telah terlibat dalam operasi bersama untuk mengusir para teroris dari daerah yang dikuasai ISIS. [ARN]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: