Invansi Jilid 2 Saudi atas Yaman dan Reaksi Yaman

ARN00120040015149-Yemen-CrisisArrahmahnews.com - Perbedaan serangan jilid ke-2 Saudi atas Yaman dengan serangan pertama adalah tingkat kebrutalan, kesewenangan dan penargetan warga sipil yang disengaja, sementara pada serangan jilid dua gelombang pemboman relatif lebih sedikit. Sejauh ini hampir 2.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Yaman, sebagian besar melintasi laut ke Djibouti dan Eritrea. Fakta bahwa rakyat sipil dibunuh dan diusir dari rumah mereka, ini bagian dari agenda geopolitik. Mungkin kata yang tepat untuk melukiskan ini, adalah barbar, brutal, arab spring.

Mereka tidak menyadari tingkat kemarahan dan kebencian yang telah terprovokasi terhadap mereka bukan hanya di Yaman tetapi regional sebagai akibat dari tindakan mereka di Yaman.

Sekalipun gencatan senjata sudah diumumkan oleh Saudi, namun serangan terus berlanjut dan Yaman tetap berada dalam blokade. Menyikapi hal ini para pejuang Ansarullah menegaskan “akan melancarkan serangan militer terhadap Arab Saudi jika serangan udara di Yaman tidak berakhir,”

serangan Arab Saudi terhadap depot militer Yaman tidak dapat mencegah pejuang Ansarullah melancarkan kemungkinan serangan terhadap rezim Saudi, dan menambahkan bahwa Houthi “tidak memerlukan rudal” untuk melaksanakan janji mereka.

Sementara itu para pejuang Ansarullah juga menegaskan bahwa mantan presiden buron Yaman, Abd Rabbuh Mansur al-Hadi, tidak pernah bisa mendapatkan kekuasaannya kembali, karena ia telah kehilangan legitimasi dan dipandang rakyat Yaman sebagai “pengkhianat.”

“Rakyat Yaman tidak akan menghormati Mansur Hadi dan [tidak akan] mengijinkan dia kembali berkuasa,” tambah pejuang Ansarullah. [ARN]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: