News Ticker

Keberhasilan Strategi Yaman dan Kekalahan Arab Saudi

ARN00120040015150-Yemen-CrisisArrahmahnews.com - Kesabaran strategi rakyat Yaman berhasil memenangkan kebencian strategi Arab Saudi. Riyadh bahkan sejengkal pun tidak mampu menguasai dan menjajah tanah Yaman, serta menempatkan Abdu Robuh Manshur Hadi di sana. Mengutip berita Al-Manar, mengumumkan operasi 'badai tegas' Arab Saudi atas Yaman telah berakhir dan kegagalan Saudi dalam mencapai tujuannya. Arab Saudi dalam serangan itu justru mendapatkan kekalahan telak dari Ansarullah, sementara Ansarullah, militer dan rakyat Yaman semakin kuat dan siap melawan dan melindungi integritas dan kedaulatan negara mereka. Di hari pertama invasi Saudi ke Yaman telah nampak benih-benih kegagalan operasi tersebut, karena mereka memperkerjakan tentara Arab untuk menyerang rakyat miskin, sementara mereka adalah rakyat yang kuat, berani dan terhormat, sehingga Saudi tidak akan pernah menang. Selain mengungkap ketidak mampuan pasukan Saudi dalam melakukan invansi darat, pada akhirnya perang ini, memperlihatkan wajah asli Riyadh sebagai negara diktator, dholim, dan haus darah, juga pada saat yang sama menunjukkan kelemahannya.

 

Namun, pertanyaan yang masih tetap menjadi misteri adalah apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya perang benar-benar diumumkan tanpa menyadari terwujud atau tidaknya tujuan yang diinginkan?

Peristiwa yang terjadi hanya dalam konteks analisa dan opini yang berkembang di media, namun kepastian dan kejelasan serta yang meyakinkan adalah adanya tanda-tanda yang sangat jelas, yakni pernyataan  menteri luar negeri Iran Hussein Abdullahyan tentang kemungkinan berakhirnya serangan sebelum detik-detik pengumuman penghentian itu benar-benar dikeluarkan oleh pihak Saudi. 

Dalam pertemuan di Swiss, ia menekankan bahwa Iran akan terus memantau dengan seksama perkembangan di Yaman dan optimis serangan militer Arab Saudi di Yaman beberapa jam ke depan akan dihentikan.

Ini dengan jelas memperlihatkan kekalahan Arab Saudi.

Tujuan Invansi Saudi atas Yaman

  1. Memukul mundur Hauthi dari Sanaa dan dari seluruh Yaman, serta melucuti senjata mereka tanpa syarat.
  2. Mengembalikan Manshur Hadi dan pemerintahannya ke Sanaa.
  3. Rekonsiliasi nasional dan perundingan di bawah kontrol Manshur Hadi.
  4. Membatalkan semua perjanjian yang dibuat oleh Ansharullah.

Inilah tujuan yang diumumkan Saudi sebelum menginvansi Yaman, adakah salah satu dari tujuan itu yang terealisasi? Mana presiden yang melarikan diri itu? apakah Ansarullah sudah keluar dari Sanaa dan kembali ke Sa’dah?

Hasil Invansi Saudi ke Yaman

  1. Kegagalan Riyadh dalam intervensi di Yaman, yang mengakibatkan lepasnya kontrol Riyadh atas Yaman secara total.
  2. Tumbuhnya nasionalisme dan persatuan Yaman dengan pemimpin baru dan kemampuan para pemuda dalam menghadapi krisis dan konflik.
  3. Ansarullah, komite populer dan pasukan Yaman berhasil melakukan pembersihan total kelompok militan al-Qaedah binaan Mansour Hadi.
  4. Pembuktian kekuatan dan kekuasaan Ansarullah dalam menghadapi kekuatan udara superior dan menjaga integritas serta kontrol negara.
  5. Kegagalan keluarga kerajaan Saudi dalam menyewa  tentara bayaran dan pasukan koalisi Arab.
  6. Ketidak mampuan pasukan darat Arab Saudi dan koalisi Arab dalam menginvansi Yaman.
  7. Terbongkarnya wajah Arab Saudi sebagai negara dholim, kriminal, agresif dan haus darah di kawasan.

Hal yang paling menarik adalah pernyataan Ahmad Asiry juru bicara operasi ‘badai tegas’ mengatakan bahwa menurut penasihat Departemen Pertahanan Arab Saudi Al-Arabiya,  invansi ini dimulai atas permintaan Presiden Abdur Robuh Manshur Hadi, dan atas permintaan nya pula dihentikan. Tentu pernyataan ini lebih menunjukkan kekanak-kanakan dan kebodohan mereka. [ARN]

 

About ArrahmahNews (16652 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: