Agresi Saudi Berlanjut, Kemana PBB?

1517391_454058198093755_9187005149554778565_ARNArrahmahnews.com - Transformasi terpenting Yaman saat ini adalah berlanjutnya agresi Arab Saudi ke negara ini, pujian Abd Rabbuh Mansur Hadi terhadap rezim Al Saud, keberhasilan Ansarullah menguasai Provinsi Marib dan pertemuan kembali sekjen Dewan Kerjasama Teluk Persia dengan sembilan petinggi Partai Kongres Rakyat Yaman dalam beberapa hari kedepan.
Kantor koordinasi bidang kemanusiaan PBB di Yaman menyatakan, serangan udara Arab Saudi ke Yaman juga menghancurkan kantor dan pusat-pusat PBB serta organisasi internasional di Sanaa, ibukota Yaman. Dalam hal ini Kantor Koordinasi bidang Kemanusiaan PBB di Yaman mengungkapkan, serangan udara Arab Saudi telah menyebabkan penutupan bandara udara dan pelabuhan di Yaman. Hal ini membuat pengiriman bantuan kemanusiaan bagi jutaan warga Yaman yang membutuhkan mengalami kesulitan.

Mohammad Hajar, direktur rumah sakit al-Jumhuri di Provinsi Saada seraya mengisyaratkan berlanjutnya agresi brutal jet-jet tempur rezim al-Saud terhadap instalasi vital dan infrastruktur di negara ini menyeru organisasi internasional berusaha mencegah terjadinya tragedi kemanusiaan di Yaman.

Ia menambahkan, rumah sakit ini mengalami kelangkaan obat-obatan dan peralatan medis serta tidak memiliki kemampuan untuk mengobati korban terluka yang jumlahnya sangat banyak.

Ketua Palang Merah Internasional (ICRC) untuk kasus Yaman, Cedric Schweizer menandaskan, kebutuhan rumah sakit di Yaman akan obat-obatan sangat mendesak dan jika dalam waktu dekat belum ditemukan solusi untuk mengatasi masalah ini, maka mereka yang terluka serta pasien lainnya akan meninggal dunia.

Berlanjutnya kejahatan Arab Saudi terhadap bangsa Yaman menuai protes rakyat di berbagai wilayah negara ini. Warga Provinsi Jawf di utara Yaman menggelar demonstrasi besar-besaran mengutuk kejahatan Arab Saudi terhadap negara mereka termasuk kejahatan di wilayah Faj Attan di Sanaa. Dalam aksinya, demonstran menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan reaksi atas kejahatan rezim al-Saud.

Para demonstran dalam aksinya juga meneriakkan slogan “mampus AS dan mampus Israel”. Sementara itu, di saat warga Yaman memprotes agresi brutal Arab Saudi ke negara ini, dan menilainya sebagai sebuah kejahatan, Abd Rabbuh Mansur Hadi, presiden yang mengundurkan diri dan berstatus buron serta kini tinggal di Riyadh, Jumat (25/4) malam bertemu dengan Pangeran Mohammad bin Nayef bin Abdulaziz, pengganti pangeran mahkota Arab Saudi serta memuji rezim al-Saud karena menyerang Yaman. Mohammad bin Nayef bin Abdulaziz mengatakan, keamanan Yaman dan Arab Saudi tidak dapat dipisahkan.

Berita lain menyebutkan, pasukan Ansarullah dilaporkan berhasil menguasai penuh Provinsi Marib. Sebuah sumber militer yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan, dengan bergabungnya pasukan garda kepresidenan yang berafiliasi dengan diktator terguling Ali Abdullah Saleh dengan gerakan rakyat, Ansarullah, Provinsi Marib berhasil dikuasai penuh oleh kelompok ini. Sumber militer ini juga menambahkan, kota kuno Sirwah di Provinsi Marib juga dikuasai Ansarullah.

Sementara itu, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, sekjen Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) dalam beberapa hari mendatang dilaporkan akan kembali menggelar pertemuan dengan sembulan petinggi Partai Kongres Rakyat Yaman pimpinan Ali Abdullah Saleh guna mengkaji solusi untuk menyelesaikan krisis di negara ini.

P-GCC juga menuntut digelarnya sidang pada bulan Mei 2015 mendatang di Arab Saudi untuk mengkaji tranformasi Yaman. Disebutkan seorang pejabat yang hadir di pertemuan pertama antara sekjen P-GCC dan pihak Yaman di Riyadh mengatakan bahwa para petinggi Partai Kongres Rakyat Yaman menekankan bahwa di Sanaa tidak ada tempat lagi bagi aktivitas politik Ali Abdullah Saleh. [ARN]

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: