“Kami tidak Akan Taat kepada Saudi Meskipun Seluruh Dunia Berkumpul”

الجيش اليمني: لن نعود الى بيت الطاعة السعودي ولو اجتمع العالم كلهArrahmahnews.com Juru bicara angkatan bersenjata  Yaman mengatakan bahwa Arab Saudi 100% bertujuan untuk menghancurkan  Yaman dan infrastrukturnya secara total. Ia juga menambahkan bahwa Arab Saudi dalam beberapa serangannya terhadap warga sipil Yaman telah megunakan uranium dan bom radioaktif.
Kolonel Ghalib Luqman dalam konferensi pers di ibukota Sanaa mengatakan bahwa jumlah serangan Saudi di Yaman telah melampaui 3120 serangan sejak awal agresi hingga kini. Ia menegaskan bahwa serangan Arab Saudi semakin ganas dan tak terkendali.

“Keadlilan akan datang untuk menjawab serangan pasukan Arab”, tegas kolonel dalam konferensi pers.
Dia menunjukkan bahwa agresi Saudi telah menewaskan lebih dari 3000 rakyat sipil, dan total kerugian ekonomi lebih dari $40 miliar.

Lebih lanjut juru bicara angkatan bersenjata Yaman menegaskan bahwa pembantaian yang dilakukan oleh Saudi tidak dapat mencegah kemajuan dan kemenangan rakyat Yaman.

Sementara itu dalam mengomentari Al-Qaedah dan ancaman ISIS, ia mengatakan bahwa al-Qaeda dan ISIS itu hanya alat dan boneka rezim Saudi.

Kolonel Ghalib Luqman menyatakan bahwa Arab Saudi tidak lagi memiliki tempat di Yaman. Yaman tidak menerima pengkhianat (Abd Robbuh Mansur Hadi), dan Arab Saudi meskipun seruluh dunia berkumpul dan bersepakat untuk itu. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on “Kami tidak Akan Taat kepada Saudi Meskipun Seluruh Dunia Berkumpul”

  1. kampusku23 // Apr 30, 2015 at 4:47 pm // Balas

    sering saya katakan, ada tiga hal laten dalam Islam (yang blm pernah lahir di masa Nabi) yang berhasil merajang Islam menjadi puing-puing yang tidak dapat disatukan: 1) Perbedaan teologi; 2) perbedaan fikih; politik….Lihatlah, berapa jumlah ulama dan pengikutnya yang menjadi korban dari masalah teologi. Kalau sekarang ini antar umat Islam ada banyak yang saling mengkafirkan, hal yang sama sudah terjadi di awal kelahiran faham teologi. Begitu pula masalah fikih, berapa jumlah umat yang menjadi korban karena masalah fikih, hanya gara2 wudhu yang satu dengan yang lain saling bersinggungan ga ketemu. Yang lebih para adalah masalah politik, dan ini lebih banyak lagi korbannya. hingga sekarang tidak ada kesatuan sama sekali dalam agama ini…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: