Komite Tinggi Revolusi Yaman Percepat Pemilu Presiden Yaman

ARN00120040015175_Ali_Al_Hauthi_Percepat_Pemiluh_Presiden_YamanArrahmahnews.com - Mohammad Ali al-Houthi, ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman yang berafiliasi dengan Gerakan Ansarullah, Ahad (26/4) bertemu dengan Mohammad al-Hakimi, ketua Komisi Tinggi Pemilu dan Referendum Yaman di Sana'a. Keduanya membicarakan kemungkinan penyelenggaraan pemilu presiden dini di negara ini.

Mohammad Ali al-Houthi mengungkapkan kesiapan Komite Tinggi Revolusi untuk bekerjasama dengan Komisi Tinggi Pemilu dan Referendum Yaman serta menekankan urgensitas netralisasi komisi ini.

Yaman selama satu bulan terakhir mencicipi hari-hari tersulit dan kondisi yang ada di negara ini tidak dapat dibandingkan dengan negara lain yang mengecap protes dan kebangkitan Arab, bahkan dengan Libya sendiri.

Abd Rabbuh Mansur Hadi sejak Februari 2015 melarikan diri ke kota Aden dan pada Maret 2015 lari ke Arab Saudi. Ulah Mansur Hadi ini dengan sendirinya telah menghapus legalitasnya sebagai presiden secara penuh dan pemerintahan di Yaman untuk sementara berbentuk presidential.

Mansur Hadi secara tidak resmi menjadi perwakilan kepentingan Arab Saudi di Yaman, karena hanya Riyadh yang menggunakan seluruh fasilitas dan kemampuannya untuk mempertahankan Mansur Hadi di posisinya sebagai presiden, bahkan dengan agresi militer.

Serangan militer Arab Saudi ke Yaman yang dimulai sejak 26 Maret 2015 telah melewati batas satu bulan dan warga sipil terus menjadi korban brutalitas Riyadh tersebut. Ribuan warga Yaman hingga kini tewas atau cidera akibat serangan ini dan sekitar 200 ribu lainnya terpaksa mengungunsi. Berdasarkan data yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 12 juta warga Yaman kekurangan bahan makanan.

Meski kondisi Yaman sangat parah belum terdengar berita dari PBB untuk menengahi bentrokan dan juga ada kabar hasil dari upaya negara-negara seperti Oman dan Aljazair untuk memediasi. Sebab pesimisme ini adalah pelanggaran dan sabotase serta arogansi rezim Al Saud yang mulai kehilangan pamornya di kawasan akibat krisis Yaman.

Kini Ansarullah mulai menggulirkan isu pemilu presiden dini untuk keluar dari krisis saat ini. Sepertinya langkah yang diambil Ansrullah ini sudah tepat. Meski Yaman dari sisi keamanan belum sepenuhnya stabil, di mana seluruh rakyat mampu untuk memberikan suaranya di kotak-kotak suara, namun pemilu akan mampu mengakhiri secara legal era kepemimpinan Mansur Hadi serta membawa negara ini ke era baru. Pemilu juga akan memberikan kesempatan rakyat untuk menyaksikan pembentukan pemerintahan baru, yang nantinya dapat menjadi wakil mereka dalam proses perundingan dengan berbagai kubu lain.

Penyelenggaraan pemilu dini dan pembentukan pemerintahan nasional bersatu yang menjadi tujuan utama Ansarullah akan mampu mematahkan beragam propaganda kubu anti gerakan rakyat ini. Kubu anti Ansarullah dengan memanfaatkan media yang kuat, telah melancarkan beragam propaganda bahwa Ansarullah ingin berkuasa dan membentuk pemerintahan mayoritas.

Realitanya adalah Ansrullah sadar sepenuhnya akan komposisi masyarakatnya dan dampak dari pembentukan pemerintahan mayoritas di Yaman. Oleh karena itu, Ansarullah menggulirkan ide cemerlang berupa pemilu presiden dini demi mematahkan perang media Barat dan Arab yang anti gerakan rakyat ini di Yaman. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12166 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: