Lagi, Mantan Utusan PBB Bongkar Kebohongan Saudi

_82354727_82354722Arrahmahnews.com - Mantan utusan PBB di Yaman mengungkapkan bahwa partai-partai politik di Yaman di ambang penyelesaian politik.
Jamal bin Omar mengungkapkan pada konferensi pers bahwa telah terjadi kesepakatan politik di antar kelompok-kelompok yang bertikai. Akan tetapi operasi militer yang dilakukan Saudi pada 26 maret lalu telah menghancurkan impian itu dan merusak proses politik serta negosiasi yang sudah berjalan. Kata-kata Ibn Omar jelas membongkar kebusukan dan kebohongan rezim Saudi dalam membenarkan agresinya terhadap Yaman. Sebenarnya agresi itu ditujukan untuk mengamankan kepentingan Kerajaan Saudi di Yaman.

Kepentingan Saudi sejalan dengan kesepakatan antara pasukan Yaman dan partai politik dalam negosiasi yang tidak melibatkan PBB. Tekanan ini membuat Jamal bin Omar mengundurkan diri, lalu Ismail Ould Sheikh Ahmed menggantikan posisinya. Ini disebabkan karena Riyadh banyak menuduh Jamal bin Omar.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon harus melaporkan kepada Dewan Keamanan tentang situasi di Yaman dan Resolusi 2216 dewan keamanan dalam kekalahan negosiasi dengan Saudi.

Resulusi ini berlaku terhadap siapa pun, dan akan menghambat proses politik di Yaman, serta menghambat pembentukan komite hukum untuk mengidentifikasi pihak-pihak dan orang-orang yang bersalah. Jamal bin Omar menambahkan bahwa Arab Saudi tidak akan melaksanakan resolusi ini.

Dia menekankan bahwa Riyadh akan melanggar hukum internasional dan melakukan genosida terhadap bangsa Muslim yang menolak dominasi mereka di Yaman.

Penyelesaian krisis di Yaman dalam konteks regional dan global adalah dengan jalan dialog dan negosiasi politik. Masa depan Yaman seharusnya mereka yang menentukan bukan pihak luar. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: