Raja Salman Singkirkan Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol

ARN00120040015182_Raja_Salman_Singkirkan_Su'ud_Faisol

Raja Salman saat bacakan dekrit kerajaan dalam pelengseran Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol, rabu 29 mei.

Arrahmahnews.com - Raja Salman melakukan perombakan besar-besaran dan tak terduga dalam komposisi pemerintah yang biasa  di isi oleh keluarga kerajaan "Aly Su'ud", mulai dari mentri luar negri dan putra mahkota.

Sky News melaporkan bahwa Salman bin Abdul Aziz, raja Arab Saudi, pagi ini rabu 29 April 2015 merilis pengumuman yang sangat mengejutkan dengan mengeluarkan dekrit kerajaan untuk melengserkan pangeran Muqrin bin Abdul Aziz dari kursi putra mahkota dan Su'ud al-Faisol dari kursi mentri luar negeri.

Raja Salman saat bacakan dekrit kerajaan dalam pelengseran Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol, rabu 29 mei.

 

Pengeran Muqrin bin Abdul Aziz

Ketika Raja Abdullah masih berkuasa, ia mengangkat adik tirinya, Salman bin Abdul Aziz sebagai putra mahkota. Dan, untuk pertama kalinya pula ia mengangkat orang ketiga dalam hirarki penguasa kerajaan dengan posisi sebagai wakil putra mahkota. Untuk menduduki jabatan ini, Raja Abdullah menunjuk adik tirinya yang lain yaitu Muqrin bin Abdul Aziz.

Selain Raja Salman dan Putra Mahkota Muqrin sebenarnya masih ada 11 putra lain anak-anak Abdul Aziz yang masih hidup. Artinya, 13 anak laki-laki Abdul Aziz kini masih hidup. Mereka — sesuai usia — adalah Pangeran Bandar, Masy’al, Abul Rahman, Mat’ab, Thalal, Turki, Nawaf, Salman (kini menjadi raja), Mamduh, Abdul llah, Ahmad, Masyhur, dan Pangeran Muqrin (di masa sebelumnya menjadi putra mahkota), yang kini posisinya digantikan oleh Muhammad bin Nayef bin Abdul Aziz Al-Saud sebagai pewaris baru tahta kerajaan.ARN00120040015183_Raja_Salman_Singkirkan_Su'ud_Faisol

Media Arab Saudi, al Sharq al Awsat, menyebut suksesi kekuasaan adalah urusan internal keluarga besar penguasa Saudi (Baitu al Hukmi al Saudy). Merekalah yang  bertanggung jawab pada keberlangsungan dan persatuan keluarga besar itu. Keluarga besar kerajaan ini kini diketuai oleh sang raja yang kini dijabat oleh Salman bin Abdul Aziz.

Penunjukan Pangeran Muhamamd sebagai putra mahkota yang baru memang menyisahkan tanda tanya besar. Bau kegaduhan dan kekisruhan politik di internal keluarga kerajaan tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebenarnya para analis sebelumnya juga sudah memprediksi Muhammad bin Nayef sebagai orang ketiga dalam hirarki kekuasaan Kerajaan Arab Saudi, bila tidak ada aral melintang, suatu saat nanti ia akan menjadi raja yang didirikan oleh kakeknya, dan ternyata tanda-tanda itu hari ini benar-benar terbukti dengan suksesi sebagai putra Mahkota.

Saud al-Faisol Terdepak setelah 40 Tahun Sebagai Mentri Luar Negeri

Menteri Luar Negeri Saudi Saud bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud yang telah menjabat selama 40 tahun, hari ini harus meninggalkan posisinya, yang telah digantikan oleh Khalid Al-Jabir. Media setempat melaporkan  bahwa kondisi kesehatan Saud Al-Faisol tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugasnya sebagai mentri luar negeri karena dia sendiri telah melakukan lebih dari 6 kali operasi tulang belakang.ARN00120040015181_Raja_Salman_Singkirkan_Su'ud_Faisol

Saud al-Faisal (75 tahun) sebelumnya  telah menjabat sebagai Sekretaris Negara pada tahun 1975. Saat itu ia memainkan peran penting dalam mengembangkan posisi negara pada banyak krisis di Timur Tengah.

Pangeran Saud al-Faisal adalah anak kedua dari Raja, “Faisal bin Abdul Aziz” dan keponakan, “Salman bin Abdul Aziz,” raja Arab Saudi. Salman setelah kematian, “Abdullah bin Abdul Aziz,” mendiang raja Saudi, naik takhta dan banyak ahli memprediksi bahwa raja baru akan memberhentikannya dari menteri luar negeri. [ARN]

About ArrahmahNews (12203 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: