4.000 Pasukan Saudi Melarikan Diri dari Perbatasan

ARN00120040015189_Pasukan_Darat_Saudi_tak_Siap_Hadapi_HauthiArrahmahnews.com - The Global Research mengutip sumber-sumber diplomatik Eropa mengatakan pada hari Minggu (26/4/15), hampir 4.000 pasukan Saudi melarikan diri dari pangkalan di perbatasan mereka untuk mengantisipasi kalau Riyadh akan meluncurkan serangan darat di Yaman.
"Data yang dikumpulkan oleh badan-badan intelijen Barat menunjukkan bahwa pasukan militer Saudi telah melarikan diri secara berkelompok dari basis, pusat-pusat militer dan pos pemeriksaan perbatasan mereka dekat Yaman," sumber-sumber diplomatik mengatakan seperti dikutip situs berita berbahasa Arab Irak Nahrain Net.

Laporan lain juga mengatakan bahwa lebih dari 10.000 tentara dari unit militer Saudi yang berbeda telah melarikan diri dari batalyon tentara dan Garda Nasional, menurut Global Research.

Para ahli percaya bahwa tentara Saudi tidak memiliki semangat yang kuat untuk meluncurkan invasi darat ke Yaman dan serangan seperti itu akan dianggap sebagai bunuh diri untuk Arab Saudi.

Laporan media menyebutkan bahwa badan intelijen Eropa menegaskan bahwa Saudi tidak memiliki tentara dan pasukan infanteri yang sebenarnya untuk menghadapi pasukan Yaman dan suku Houthi dalam kasus Riyadh memutuskan untuk meluncurkan invasi darat.

The New York Times menganggap bahwa serangan Saudi telah gagal mencapai prestasi apapun yang cukup di Yaman, mencatat bahwa situasi medan perang tidak berubah sejak awal Agresi pada 26 Maret.

Yaman telah sejak 26 Maret di bawah agresi brutal koalisi Arab-Amerika. Riyadh meluncurkan serangan terhadap Yaman dalam upaya untuk memulihkan kekuasaan kepada presiden buronan Yaman Abdrabbu Mansour Hadi yang merupakan sekutu dekat ke Arab Saudi.

Pada tanggal 21 April, Arab Saudi menyatakan akhir agresi, yang dijuluki “Badai Tegas”. Namun, pesawat tempur yang dipimpin Saudi masih melakukan serangan udara di beberapa daerah di Yaman.

Lebih dari 2.800 orang tewas dalam agresi Saudi, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil. Ribuan lainnya terluka. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12175 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: