Mengapa Salman Melucuti Muqrin bin Abdulaziz dari Posisi Strategisnya?

Raja Salman saat bacakan dekrit kerajaan dalam pelengseran Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol, rabu 29 mei.

Raja Salman saat bacakan dekrit kerajaan dalam pelengseran Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol, rabu 29 mei.

Arrahmahnews.com - Badui-badui Najd yang secara ilegal menduduki wilayah Hijaz sekali lagi membuktikan bahwa kekuasaan dan wewenang menular sampai pada posisi seksual dan keturunan kerajaan padang pasir al-Saud.

Berapa lama kekuasaan Bani al-Saud al-Wahabi mampu bertahan? Dengan menunjuk anaknya sendiri sebagai Deputi Putra Mahkota, Raja Salman sekali lagi membuka jalan mulus anaknya sendiri, Muhammad bin Salman menjadi raja kerajaan properti keluarga al-Saud. Salman tiba-tiba menghentikan Muqrin bin Abdulaziz sebagai Putra Mahkota serta melengserkan wakil perdana menteri meskipun menurut konstitusi kuno, Muqrin-lah yang berhak menjadi raja. Apakah Muqrin didepak dari semua kekuaan hanya karena ibunya adalah Yaman?

Raja Salman saat bacakan dekrit kerajaan dalam pelengseran Muqrin bin Abdul Aziz dan Saud Al-Faisol, rabu 29 mei.

 

Badui-badui Najd yang secara ilegal menduduki wilayah Hijaz sekali lagi membuktikan bahwa kekuasaan dan wewenang menular sampai pada posisi seksual dan keturunan kerajaan padang pasir al-Saud.

Raja Salman bin Abdul Aziz membuat keputusan konyol dengan tidak hanya mendepak Pangeran Muqrin dari posisinya, tapi juga mengangkat Menteri Dalam Negeri Muhammad bin Nayef sebagai Putra Mahkota, menggantikan Muqrin bin Abdulaziz.

Tidak berhenti sampai disitu, Salman juga mengangkat anaknya sendiri, sebagai Deputi Putra Mahkota selang Januari lalu setelah tewasnya Raja Abdullah.

Dalam posisi ini, Salman menegaskan bahwa kelak dirinya akan digantikan oleh keponakannya yang terkenal kejam namun miskin prestasi, Muhammad bin Nayef dari klan Sudairi.

Tapi yang benar-benar menarik dari keputusannya adalah dia menunjuk putranya sendiri, – Saat ini menjabat Menteri Pertahanan,- Muhammad bin Salman yang juga sama sama miskin prestasi, sebagai Deputi Putra Mahkota.

Sementara Salman menempatkan keponakannya menduduki posisi paling vital untuk menggantikannya sebagai raja dimasa depan setelah ia tewas, Salman juga memastikan bahwa anaknya sendiri akan menduduki posisi sebagai raja, setelah Muhammad bin Nayef.

Sebagian analis memprediksi, kehidupan Salman mungkin tidak lama lagi, mengingat usia tua dan beberapa penyakit yang menggerogoti tubuh rentanya, serta menderita demensia. Karena itu, ia ingin menempatkan anak kesayangannya yang miskin prestasi itu dalam posisi kuat yang akhirnya akan mengangkat dia ke posisi puncak dikerajaan pribadi keluarga al-Saud itu.

Salman benar-benar kejam dan tak kenal ampun bagi Muqrin bin Abdulaziz. Muqrin tidak hanya diberhentikan oleh Salman dari posisi sebagai Putra Mahkota, tetapi juga dihapus semua jabatan dan kekuasaannya sebagai wakil perdana menteri. Kedua posisi itu kemudian diserahkan kepada Muhammad bin Nayef yang akan terus memimpin dewan politik dan keamanan serta badan koordinasi.

Mengapa Salman melucuti Muqrin bin Abdulaziz dari semua posisi strategisnya? Apakah karena ibunya adalah asal Yaman, dan Bani al-Saud melancarkan perang melawan rakyat miskin Yaman yang menewaskan sedikitnya 2.600 warga sipil sejak 26 Maret?

Apakah Bani al-Saud tidak lagi mempercayai Yaman, bahkan jika mereka adalah anggota dari keluarga “kerajaan” sendiri?

Hingga saat ini, Bani al-Saud terus melancarkan perang terhadap Yaman di bawah pengawasan langsung Pangeran muda Muhammad bin Salman yang menjabat sebagai menteri pertahanan. Hampir 35 tahun, tidak ada catatan prestasi menterang yang diraih pangeran yang dikenal ganas ini. Mungkin saja, perang melawan rakyat Yaman diluncurkan untuk membangun kepercayaan diri Muhammad bin Salman yang rapuh.

Perkembangan lain yang menarik adalah perubahan posisi menteri luar negeri. Menteri luar negeri terlama di dunia ini (sejak tahun 1975), Saud al-Faisal yang menderita Parkinson tak kalah kejamnya dicopot posisinya dan diganti oleh Adel al-Jubeir.

Sekarang ini perkembangan sangat menarik. Sebab al-Jubeir adalah rakyat biasa yang menjadi duta besar Saudi untuk Washington DC. Apakah al-Jubeir diangkat menjadi menteri luar negeri sebagai hadiah atas jasa-jasanya dalam merangkul Amerika Serikat untuk terus menerus mendukung perang keluarga Najd di Yaman?

Beberapa keputusan Salman dikeluarkan tidak hanya mengenai kekuatan konsolidasi di tangan klan Sudairi, tetapi juga memperkuat keturunan langsung dirinya sendiri.

Kekuasaan dan otoritas yang benar-benar mengalir melalui pinggang kerajaan padang pasir Badui Najd.

Pertanyaan serius adalah, berapa lama mereka akan mampu mempertahankan cengkeraman  kekuasaannya? Dengan mencermati dua perkembangan internal dan eksternal saat ini, menunjukkan masalah serius dan akut yang menghantam keluarga Badui Najd yang akan mendorong mereka kembali masuk ke gua di Dariyah asal mereka berada lebih dari 200 tahun yang lalu. [ARN]

About ArrahmahNews (12190 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Mengapa Salman Melucuti Muqrin bin Abdulaziz dari Posisi Strategisnya?

  1. Saudi Arabia pantas dilenyapkan dari peredaran sejarah Islam Dunia, karena Saudi adalah antek2 Ingris dan AS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: