Iklan
News Ticker

MENAG LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN. “SYIAH ADALAH BAGIAN DARI ISLAM”

ARN001200400151137_Menag_dan_SyiahArrahmahnews.com - Menurut Mentri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam viva.co.id, saat bicara ongkos naik haji yang akan turun tahun 2015, dan perbincangan lainnya tentang Syiah dan ISIS, beliau mengatakan, Saya mengacu pada hasil deklarasi yang dikeluarkan Konferensi Islam International di Yordania, 4-6 Juli 2005 yang kemudian ditegaskan lagi pada sidang ke-17 OKI di Yordania pada Juni 2006. Di situ menyatakan bahwa Syiah itu macam-macam, seperti di ahlusunnah.

Sebagian dari aliran Syiah dianggap bagian dari Islam seperti, Ja'fari, Zaidiyah. Bahkan sampai tahun lalu umat Syiah seperti Iran dan negara lain masih berhaji di Mekkah dan Madinah. Saudi anggap mereka bagian saudara muslim. Jadi itu bisa jadi pegangan kita bahwa perbedaan itu tidak perlu jadi cara kita saling menegasikan. http://fokus.news.viva.co.id/news/read/621295-saya-sering-disalahpahami-sebagai-syiah

Apakah Syiah itu bagian dari Islam? Inilah pertanyaan yang diajukan oleh seorang dalam suatu diskusi dan tablih akbar, menolak Syiah. Lalu dalam sebuah diskusi lain dikatakan, Apakah Islam Itu? Islam adalah orang yang sudah bersyahadat, “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah utusan Allah”? Apakah Syiah tidak melakukan itu? YA, mereka melakukan itu, tapi mereka menolak sahabat, mereka menambah-nambah dan masih banyak yang lainnya. Apakah mereka tidak sesat dan kafir?

Lalu dalam diskusi itu dikatakan, bukankah dalam Ahlussunnah sendiri banyak yang berbeda? Bahkan satu dengan yang lainya saling mengkafirkan? Contoh ini, Kaum Wahhabi menganggap Asy`ariyah tidak beriman, padahal NU dan Mayoritas Ahlussunnah adalah pengikut Asy`ariyah, dan Maturidiyah.

Dalam kitab at-Tauhîd alldzî huwa haqqullah ‘alâ al-‘abîd karangan Muhammad bin Abdul Wabah (pendiri Wahhabi), dua kali soal Asy`ariyah disinggung: dalam bab 16, disebutkan keharusan “penetapan sifat-sifat Allah adalah berbeda dengan sekte Asy`ariyah yang meniadakan sifat-sifat bagi Allah”; dalam bab 2 tentang fadhlu at-tauhîd dikemukakan keharusan “penetapan sifat-sifat Allah berbeda halnya dengan sekte Asy`ariyah yang meniadakan sifat-sifat Allah.” (Muhammad bin `Abdul Wahhab, Mu’allafât, Jilid I, juz 1, dalam kitab “Kitâb at-Tauhîd alladzî huwa Haqqullâh `alâ al-`Abîd”, bab 15, komentar 20).

Bagi Wahhabi, kelompok Asy`ariyah ini dianggap melakukan ta’thîl, tidak menetapkan sifat Allah, meniadakan sifat Allah, karena melakukan ta’wil dalam beberapa ayat sifat. Padahal menurut pendiri Wahhabi: “Barang siapa mengingkari sesuatu dari asma dan sifat, maka dia tidak beriman” (Dikutip dari al-Fatâwa wa al-Masâ’il (hlm. 44), dalam Ahmad bin Abdul Karim Najib dalam, Fashlu al-Khithâb fi Bayâni ‘Aqîdati asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhâb kamâ Waradat fî Kutubihi, wa Rasâ’ilihi wa Fatawâhu, hlm. 16.), dll. Lihat secara lengkap disini, http://www.muslimedianews.com/2015/02/tanggapan-atas-tulisan-kh-ali-mustafa.html

Tetapi mereka (Syiah) berbeda, mereka (Wahabi dan Ahlussunnah) tidak sampai berbeda aqidah, sementara Sunnah-Syiah itu berbeda dalam Aqidah. Memang berbeda, tetapi apakah Syirk bukan bagian dari aqidah? Apakah perbedaan diatas (Wahabi dan Asyariyyah) bukan perbedaan bagian dari aqidah? Mu’tazilah juga berbeda dengan ahl-Sunnah dalam hal aqidah? Dimana Mu’tazilah tidak percaya rukun Iman yang ke enam? Lihat juga bagaimana penyifatan kelompok dalam Ahlussunnah sendiri terhadap Imam Hanafi (pendiri Madzab Hanafi), beliau dikatakan sesat, zindiq bahkan kafir, lihat link ini, https://abusalafy.wordpress.com/2013/12/09/salafi-wahhabi-takfiri-menvonis-sesat-kafir-imam-besar-ahlusunnah-abu-hanifah-rahimahullah/

Dari diskusi diatas, maka kita bisa mengatakan bahwa dalam Islam banyak sekte, madzab, dan mereka berbeda satu dengan yang lainnya. Bahkan yang berbahaya, seringkali satu dengan yang lainnya saling menyalahkan, menyesatkan dan mengkafirkan. Disinilah ulama-ulama Islam mencoba untuk membuat koridor mana-mana madzab yang masih Islam dan mana-mana yang sudah sangat jauh dari Islam.Pertemuan ulama dunia di Yordania, http://id.wikipedia.org/wiki/Risalah_Amman, link berbahasa Inggris lengkap http://www.ammanmessage.com/

Syiah menurut Mentri Agama?

Menag Lukman Hakim Syaifudin Karena hal diatas, maka kita semestinya melihat Islam dari ulama-ulama besar kita, bukan ulama-ulama kecil, ulama kampung dst. Sebab merekalah yang mesti dijadikan rujukan secara umum dalam beragama.
Menurut Ormas besar Islam NU (Nahdhatul Ulama, PBNU-nya, sikap resminya), Syiah adalah bagian dari Islam. Menurut Ormas Besar Muhammadiyah (PP Muhammadiyah, sikap resminya, Din Syamsuddin, Syafii Maarif, dll), Syiah adalah bagian dari Islam. Menurut MUI (Sikap resminya, tidak ada pernyataan resmi, hanya tidak mengkafirkan mereka).

Menurut Mentri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam viva.co.id, saat bicara ongkos naik haji yang akan turun tahun 2015, dan perbincangan lainnya tentang Syiah dan ISIS, beliau mengatakan, Saya mengacu pada hasil deklarasi yang dikeluarkan Konferensi Islam International di Yordania, 4-6 Juli 2005 yang kemudian ditegaskan lagi pada sidang ke-17 OKI di Yordania pada Juni 2006.

Di situ menyatakan bahwa Syiah itu macam-macam, seperti di ahli-sunnah. Sebagian dari aliran Syiah dianggap bagian dari Islam seperti, Ja’fari, Zaidiyah. Bahkan sampai tahun lalu umat Syiah seperti Iran dan negara lain masih berhaji di Mekkah dan Madinah. Saudi anggap mereka bagian saudara muslim. Jadi itu bisa jadi pegangan kita bahwa perbedaan itu tidak perlu jadi cara kita saling menegasikan. http://fokus.news.viva.co.id/news/read/621295-saya-sering-disalahpahami-sebagai-syiah

Tapi banyak ulama, muballiq, yang mengatakan Syiah itu Kafir, sesat dan lain sebagainya, Ini bagaimana? Dalam diskusi itu dikatakan; Memang banyak ulama, kiayi, ormas kecil, muballih dan aliansi-aliansi dibentuk untuk menggalang penyesatan terhadap Syiah, pengkafiran terhadap Syiah.

Pertama kita mesti tahu bahwa, Syiah itu banyak. Sama dengan ahl-sunnah itu banyak. Ada yang menyimpang ada yang tidak. Syiah Drust, Azhari, Ismaili, Baha’I, dan banyak lainnya, Di Ahlussunnah Indonesia misalnya, ada Ahmadiyah, LDII, itu tidak diacu dalam kesepakatan ulama-ulama dunia itu. Yang dianggap Islam hanya 8 kelompok yaitu Sunnah 4 (hanya, Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi), Syiah 2 (hanya Jakfariyah di Iran dan Iraq mayoritas dan Zaidiyah, mayoritas di Yaman).

Kedua, kelompok-kelompok itu (yang mengkafirkan, menyesatkan Syiah) tidak mewakili ulama-ulama besar, tidak mewakili ormas-ormas besar secara resmi. Kalaupun ada ulama-ulama NU, ada ulama-ulama Muhammadiyah, ada ulama dan pengurus MUI pusat, itu pandangan pribadi orang-orangnya. Bukan pandangan resmi MUI, Muhammadiyah, NU apalagi pemerintah.

Ketiga, ada perseteruan politik antara Iran (yang Syiah Jakfariyah, Istnaasyariyah), dan Saudi (yang Ahlussunnah-Wahabi). Dan perseteruan itu ditumpangi oleh barat kafir, baik itu AS, Eropa dan Israel, juga Soviet/Moskow. Saudi, Qatar pro AS, Eropa, sementara Iran pro Soviet/Moskow. Perseteruan itu, untuk menjadi runcing dan effektif, maka sentimen agama, sentimen madzab dijadikan ajang untuk menarik simpati, dukungan dan lain sebagainya.

Disinilah kita semua, tidak harus ikut serta terbawa arus saling menyalahkan, saling menyesatkan satu dengan lainnya. Karena dalam agenda perseteruan itu, banyak hal lain yang akan mengganggu kerukunan antar ummat beragama, pembangunan, Pancasila dan stabilitas NKRI.

Lihatlah kelompok-kelompok Radikal, ekstrim seperti ISIS, JAT (Jabha Nusra), Al Qaeda dll. Dimana mereka berkeinginan mendirikan Khilafah, melakukan terror, pengeboman dll. Mereka anti Pancasila, NKRI dan menganggap hanya merekalah yang Muslim. Apakah Islam seperti itu?

Kita semua, pemerintah, aparat TNI-Polri dan semua elemen, wajib waspada, terhadap upayah memecah belah ummat, membenturkan antar elemen masyarakat, dengan mengatas namakan apapun, Sunnah-Syiah, Liberal, Kristen, dan lain sebagainya, yang nantinya akan mengganggu berbangsa dan bernegara serta stabilitas Negara Kesatuan kita. [ARN]

Iklan

1 Comment on MENAG LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN. “SYIAH ADALAH BAGIAN DARI ISLAM”

  1. Reblogged this on muimalang and commented:
    semua saudara

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Achmad Zein Al-Kaf Bapak Anti Persatuan Islam | Salafy News
  2. Dien Semprot Kelompok Radikal di Munas MUI IX | SalafyNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: