Laporan: Suku Yaman Mengambil Alih 4 Pos Militer Saudi

Arrahmahnews.com - Sebuah laporan mengatakan suku Yaman bersenjata telah menguasai empat pos militer di barat daya Arab Saudi. Mengutip sumber Yaman, Lebanon saluran Al-Manar melaporkan pada hari selasa bahwa anggota suku Yaman memasuki tanah Arab dari barat laut Sa'ada Provinsi Yaman dan mengambil alih pos militer di Najran dan Jazan daerah. Laporan itu menambahkan bahwa beberapa tentara Saudi ditahan oleh suku Yaman juga.

Kendaraan militer Saudi berpatroli di dekat perbatasan Arab Saudi-Yaman, di Arab Saudi barat daya Provinsi Jizan, 13 April 2015. (© AFP)

Riyadh belum mengomentari laporan tersebut. Perkembangan itu terjadi di tengah berlanjutnya agresi militer Arab Saudi terhadap Yaman. Media Yaman mengatakan wilayah Sa'ada dihunjami  50 roket semalam. Sebelumnya, Provinsi Hajjah diserang. Pada hari Senin, puluhan orang dilaporkan tewas atau terluka dalam serangan udara di provinsi selatan Ibb. Lihat Dan membombardir dua bandara di Yaman sebanyak 150 kali.

Perang Arab di Yaman amat sangat menghancurkan infrastruktur negara, sehingga menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan.

Kelompok hak asasi internasional menegaskan bahwa ini adalah sebuah bencana kemanusiaan yang amat sangat besar jika pengiriman bantuan tidak dapat masuk ke Yaman karena akses masuk kesana di rusak oleh pasukan Saudi dan koalisinya.

Anak Yaman

Seorang pria Yaman meraih anak dengan pakaiannya saat ia mencari korban selamat di bawah puing-puing dari rumah yang hancur dalam serangan udara Arab semalam di daerah perumahan di ibukota Yaman, Sana’a, 1 Mei 2015. (© AFP)

Arab Saudi memulai agresi militer ke Yaman pada 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Ansarullah Houthi dan hanya demi mengembalikan kekuasaan Negara kepada buronan mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh.

Dalam laporan terbaru, Human Rights Watch mengatakan bukti menunjukkan Arab Saudi telah menggunakan bom cluster di Sa’ada dalam beberapa pekan terakhir.

Kampanye militer Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang sejauh ini dan melukai beberapa ribu orang lain. Ratusan wanita dan anak-anak adalah salah satu korban, menurut badan kesehatan PBB. (ARN)

About ArrahmahNews (12190 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: