Emir Kuwait Gagalkan Kunjungan Raja Salman ke Amerika

Nasehat Emir Kuwait terhadap Raja Salman

Arrahmahnews.com - Seorang aktivis Saudi  yang seringkali mengungkap rahasia kerajaan Saudi, lewat akun twiternya "mujtahid" baru-baru ini menyatakan dalam akun twitternya bahwa Emir Kuwait menasihati Raja Salman untuk tidak melakukan kunjungan ke Amerika serikat.
Menurut Al-Alam News Network, mujtahid dalam twitter minggu pagi mengatakan: "Sabah al-Ahmad" Emir Kuwait yang sangat mengenal baik Raja Salman, menyarankan "Raja Salman" untuk tidak melakukan kunjungan ke Amerika, sehingga mereka  tidak membiarkanmu tetap berada di AS dengan alasan keselamatan dan kesehatanmu yang semakin memburuk. Dia juga menambahkan dengan alasan itu, Mohammed bin Nayef dan Muhammad bin Salman yang akan melakukan perjalanan ke Amerika, adapun Raja  Salman akan bertolak ke Amerika pada kesempatan lain.  "Mujtahid" dalam akunnya juga menuliskan bahwa Sabah Al-Ahmad adalah teman dekat Raja Salman,  selama krisis Teluk Persia ia banyak menghabiskan waktunya dengan raja Salman hingga mempererat persahabatan mereka,  tentu saran dan rekomendasi ini berasal  dari persahabatan. 

امير الكويت والملك السعودي

Sementara itu di kesempatan lain akun “mujtahid” mengatakan bahwa Sultan bin Salman mengundurkan diri dari delegasi pariwisata dan budaya untuk menunjukkan ketidakpuasan atas perubahan yang terjadi akhir-akhir ini, dan berlepas diri dari tindakan yang dilakukan saudaranya Muhammad bin Salman.  Sementara itu Raja Salman yang melihat permusuhan diantara anggota keluarganya mencoba meyakinkan anak-anaknya yang tidak menyukai langkah-langkah yang telah diambil Mohammed. 

Akun “mujtahid” menambahkan bahwa yang dimaksud Sultan tidak terima dengan tindakan saudaranya adalah penetapan dirinya sebagai kepala Dewan Ekonomi, dan diberhentikannya Muqrin serta dominasinya di Aramco serta penobatannya sebagai wakil putra mahkota.

“mujtahid” juga mengatakan kemungkinan Raja Salman tidak menerima pengunduran dirinya, agar Muhammad tidak terkena imbas dari perselisihan tersebut.

Sementara itu pejabat Saudi dan media resmi Saudi belum menyangkal dan  mengkonfirmasi pernyataan “mujtahid” yang menghebohkan masyarakat Saudi. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12188 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: