Wartawan Investigasi AS : Obama Bohong Tentang Kematian Osama bin Laden

Wartawan investigasi AS Ungkap Kebohongan Obama Mengenai  Kematian Osama bin Laden
Arrahmahnews, LONDON - Wartawan investigasi Amerika, Seymour Hersh mengatakan bahwa narasi Obama mengenai pembunuhan mantan Pimpinan Al-Qaeda, Osama Bin Laden adalah palsu. Osama bin LadenDalam artikelnya yang diterbitkan oleh London Review of Books pada hari Minggu(10/5)  yang lalu, Hersh menulis bahwa Kebohongan tingkat tinggi selalu menjadi modus operandi politik Amerika Serikat, seiring dengan penjara-penjara rahasia, serangan-serangan drone, pasukan khusus serangan mendadak, estafet komando, dan juga penyingkiran siapapun yang kira-kira akan berkata tidak.

Mengutip keterangan dari seorang pejabat intellijen Amerika, Hersh menjelaskan bahwa pembunuhan bin Laden adalah syarat utama dan faktor penting dalam pemilihan kembali dirinya sebagai presiden.

“Gedung Putih masih kukuh menyatakan bahwa semua ini adalah misi Amerika, dan bahwa Jendral Senior Militer Pakistan serta Inter-Services Intelligence (ISI) tidak tahu-menahu tentang serangan tiba-tiba itu. Tapi itu semua palsu! Sebagaimana kepalsuan-kepalsuan lain menyangkut pemerintahan Obama,” ungkap Hersh.

“Kebohongan paling parah adalah kebohongan yang menyatakan dua pimpinan militer tertinggi Pakistan, Jendral Ashfaq Parvez Kayani, kepala staff militer, dan Jendral Ahmed Shuja Pasha, direktur Jendral ISI, tidak mendapat informasi apapun mengenai misi AS,” tulis Hersh.

Selain itu, Hersh juga menyatakan bahwa sesungguhnya Osama Bin Laden ada dalam tahanan ISI di kompleks Abbottabad semenjak tahun 2006.

“Kayani dan Pasha tahu tentang serangan tiba-tiba itu, dan merekalah yang memastikan bahwa dua helikopter penyerang itu bisa melintasi wilayah udara Abbottabad tanpa memicu alarm apapun,” tambahnya.

Pada  2 Mei 2011, Washington mengumumkan Bin Laden tewas di tangan militer AS di kompleks Abbottabad Pakistan.

Kurangnya transparansi atas kematian Bin Laden telah mengakibatkan banyak keraguan terhadap pengumuman tersebut.

Mengenai pengumuman Obama tentang pembunuhan Bin Laden dan serangan tiba-tiba Amerika itu, Hersh mengatakan bahwa pidato Obama dilakukan secara terburu-buru.

Hers juga mengatakan bahwa Gedung Putih telah menolak permintaanya untuk memberikan tanggapan atas artikelnya. (lm)

About ArrahmahNews (12188 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: