Konferensi Camp David Puncak Penghinaan Negara-negara Arab

ARN0012004001511112_Obama_Permalukan_Negara_Negara_ArabArrahmahnews.com - "Obama memperlakukan raja-raja dan penguasa PGCC seperti kepala sekolah, dia ingin membuat mereka senang dan kemudian menghina mereka,"

Seorang penulis dan wartawan Arab terkemuka mengkritik negara-negara Arab yang memperdagangkan harga diri mereka dengan Washington, dan mengatakan Presiden AS Barack Obama telah mengejek pemimpin Persian Gulf Cooperation Council (PGCC - Kooperasi Negara negara Arab Teluk Parsia) dengan mengundang mereka ke Camp David. "Konferensi yang dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Barack Obama ini adalah puncak penghinaan bagi kita, sebagai orang Arab, pemimpin Arab tidak ada yg hadir dalam konferensi ini, dan mereka sengaja mengirim utusannya para pangeran mahkota, hal ini merupakan respon terhadap penghinaan Obama," tutur Abdolbari Atwan, pemimpin editor surat kabar Rai al-Youm, kata Selasa (12/5/15).

“Obama memperlakukan raja-raja dan penguasa PGCC seperti kepala sekolah, dia ingin membuat mereka senang dan kemudian menghina mereka,” tambahnya.

Atwan menggarisbawahi bahwa jika AS berniat untuk memuaskan para pemimpin Arab, dia akan melakukan perjalanan ke salah satu negara PGCC dan tidak akan mengundang mereka ke Camp David karena akan mengingatkan orang-orang Arab tentang penandatanganan perjanjian dengan Israel beberapa dekade lalu yang jelas-jelas gagal dan penuh dengan penghinaan yang mereka alami.

Pernyataan itu disampaikan setelah laporan mengatakan bahwa penguasa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Oman yang meninggalkan pembicaraan yang dimulai pada hari Kamis (14/5) dan mengirim perwakilan berpangkat lebih rendah.

Pengumuman kerajaan Arab Saudi pada hari Minggu (10/5) bahwa Raja Salman yang baru dinobatkan tidak akan menghadiri pertemuan selang dua hari setelah beredarnya berita para pejabat Gedung Putih mengatakan Obama dan raja akan mengadakan pembicaraan tatap muka di Washington menjelang pertemuan Camp David.

Penjelasan Riyadh bahwa raja ingin tinggal di Teluk Persia untuk mengawasi gencatan senjata lima hari yang akan dimulai di Yaman pada hari Selasa (12/5).

Obama dan Raja Salman membahas KTT melalui telepon, Senin (11/5), menurut Gedung Putih.

Ada laporan media yang menyatakan bahwa Arab Saudi sedang bersitegang dengan AS atas upayanya dalam membuat kesepakatan nuklir dengan Iran. [ARN]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: