Kepala BNPT Persoalan Radikalisasi dan Terorisme Sulit Berakhir

Arrahmahnews.com, MALANG KOTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) anggap persoalan radikalisme dan terorisme sulit berakhir. Artinya gerakan ini akan terus merongrong hingga cita-citanya tercapai. Jika belum tercapai maka mereka tidak akan pernah berhenti. terorismeKepala BNPT Komjen (Pol) Saud Usman Nasution menjelaskan, serangan teroris tidak akan pernah berakhir. Sepanjang tujuan utama untuk pembentukan Daulah Islamiah atau Negara Islam belum tercapai. Maka kegiatan radikalisme dan terorisme akan terus berkelanjutan. “Kalau sekarang yang perlu diwaspadai adalah kelompok ISIS. Terutama mereka yang baru pulang dari Iraq dan Syria. Jangan sampai terulang arus balik dari alumni kelompok Afghanistan,” kata Usman saat memaparkan materi dalam kegiatan pemantapan wawasan kebangsaan di Kota Malang kemarin (13/5).

Meski demikian menurutnya, ada konsep untuk menanggulangi persoalan terorisme ini. Yakni, dengan menuntaskan permasalahan secara keseluruhan. Mulai dari ketidak adilan, rasa dendam, ketidak puasan, kesenjangan sosial, kemiskinan, ideologi faham radikalisme, konsisten meneggakan hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. “Kalau ini semua sudah berjalan dengan baik mereka tidak akan punya alasan ketika mendoktrin orang lain,” paparnya.

Dia melanjutkan, proses radikalisasi adalah tahapan terpenting yang dibangun kelompok radikal. Setelahnya baru melakukan serangan-serangan terorisme. “Pemahaman radikal yang sering disalah gunakan adalah menyelewengkan konsep dan makna jihad,” kata jenderal bintang tiga tersebut.

Sementara untuk media radikalisasi sekarang ini bisa dengan banyak cara. Mulai dari media cetak dan elektronik serta media sosial. Namun saat ini lebih banyak menggunakan media internet karena dipandang lebih murah, cepat dan sulit dilacak keberadaanya.

Usman menjelaskan, penggunaan internet sebagai media provokasi kejahatan terorisme ada semenjak Tahun 2005. Dan terus menerus berkembang secara signifikan hingga sekarang ini.

Sedangkan untuk perekrutan anggota adalah terlebih dahulu dengan melakukan bai’at. Bai’at ini dilakukan oleh amir atau pemimpin kelompok radikal tersebut. Propaganda ditanamkan langsung setelah komunikasi secara lisan.

Menkopolhukam Tedjo Edhi dalam kesempatan itu juga  berbicara bahwa “Melalui pemantapan wawasan kebangsaan diharapkan tercapainya jati diri bangsa yang memuat nilai-nilai luhur bangsa,” katanya saat membuka Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan di Malang, Rabu, seperti dikutip dalam laman Kemenkopolhukam.
Forum tersebut dipandu oleh Moderator Rektor Universitas Merdeka Malang Anwar Sanusi dengan narasumber Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro,  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris  Komjen Pol Saud Usman Nasution, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Muhajir Effendi dan Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang Suko Wiyono. (AB)

Sumber : Radar Malang, Antara

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: