Kelompok Takfiri Aljazair Bergabung Dengan ISIS

Islamist-MaliArrahmahnews.com – Sebuah kelompok ekstrimis yang berbasis di gurun sahara dan dikenal atas serangan-serangan teror mereka ke Aljazair, Mali, dan Nigeria diketahui telah melakukan sumpah setia kepada ISIS. Dalam sebuah rekaman radio yang diambil dari kelompok Mourabitoune dan dikirim ke Kantor Berita Mauritanian, Rabu malam(13/5) lalu, termuat sebuah pernyataan yang telah dibuat beberapa waktu sebelumnya atas nama Adnan Abu Walid al-Sahrawi, atau yang dikenal sebagai pendiri group bernama, Moktar Belmoktar. Jika hal ini benar, maka pernyataan ini menunjukkan perubahan besar di dalam kelompok ekstrimis tersebut. Hal ini dimungkinkan karena ketua kelompok yang paling berpengaruh itu menghilang.

“Kami menyeru kepada kelompok-kelompok jihad untuk berbai’at kepada Khalifah, dan menyatukan suara diantara semua muslimin dan sekutunya, guna menghadapi musuh-musuh agama,” bunyi pernyataan Belmoktar.

Moktar Belmoktar, terkenal sebagai pria paling berbahaya di Sahara. Ia membentuk Mourabitoune pada Agustus 2013, menyatukan kelompoknya dengan kelompok lain yang baru-baru ini memperbaharui kesetiaan pada Al-Qaeda.

Dimana keberadaan Belmoktar, dan mengapa rekaman itu bisa sampai ke Kantor Berita Mouritanian, kini menjadi pertanyaaan, “Jika hal ini sudah terkonfirmasi, maka kita bertanya-tanya diamana kini keberadaan Belmoktar,” ucap Djallil Lounnas, seorang ahli kelompok Islam Afrika Utara. “Ia mungkin telah disingkirkan, dibunuh, atau dibuang.”

Kelompok Mourabitoune baru-baru ini menyerang sebuah restoran yang penuh dengan orang asing di ibukota Mali, Bamako bulan lalu. Operasi paling terkenal Belmoktar sendiri adalah penyerangan pabrik gas Aljazair yang mengakibatkan bentrokan dengan militer setempat dan menewaskan 39 pekerja asing.

Militan kelahiran Aljazair itu terkenal selalu berusaha memperluas jangkauan al-Qaida hingga di luar jantung Aljazair dan padang gurun Sahara di mana ia membuat kontak dengan suku-suku pedalaman, terutama dari minoritas Tuareg, dan melakukan jutaan penyelundupan dan penculikan.

Beberapa anggota penting kelompok tersebut tertangkap dan terbunuh tahun lalu sewaktu Perancis memimpin operasi di Utara Mali, dimana kelompok tersebut menjadi target.  [ARN] 

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: