Pengamat Politik Meragukan Operasi Militer Pakistan dalam Menumpas Ekstrimis

ARN0012004001511135_TalibanArrahmahnews.com - Militer Pakistan memulai operasi besar-besaran anti-Taliban di berbagai wilayah negara ini, khususnya di Waziristan Utara dan Selatan. Lembah Shawal yang rimbun dengan pepohonan, penuh dengan tempat persembunyian milisi Taliban dan operasi militer Pakistan baik dari udara maupun darat difokuskan di wilayah ini.

Disebutkan bahwa Taliban saat ini menguasai lembah Shawal dan menjadikannya pusat komando untuk menyerang militer Pakistan. Menurut keterangan petinggi militer Pakisatan, militer negara ini meminta Afghanistan memberi bantuan dengan mencegah larinya anasir teroris dari negara ini ke wilayah Kabul melalui perbatasan.

Laporan berbagai media menyebutkan, operasi militer Pakistan juga meliputi Karachi dan negara bagian Balochistan. Sejatinya militer Pakistan telah memulai operasi luas dan menyeluruh untuk membasmi teroris dan anasir Tehrik-e Taliban. Mereka optimis operasi ini akan berhasil menghancurkan teroris.

Selama beberapa bulan terakhir, serangan kelompok teroris oleh anasir bersenjata dan milisi Tehrik-e Taliban di berbagai wilayah Pakistan meningkat drastis. Kondisi ini membuat posisi militer tersudut dan kesulitan menjawab opini publik.  Hal ini dikarenakan, militer Pakistan yang telah mempersiapkan diri lebih dari enam dekade lalu untuk menghadapi rival utama mereka, India, kini bagi opini publik Pakistan tidak dapat diterima, bahwa militer negara ini tidak mampu menghadapi aksi kelompok teroris.

Serangan terbaru anasir Tehrik-e Taliban ke sekolah milik militer Pakistan di negara bagian Khyber Pakhtunkhwa yang berujung pada tewasnya lebih dari 140 orang dan mayoritas korban adalah pelajar, militer dan pemerintah Islamabad mulai menerapkan pengamatan ketat guna menghancurkan para teroris.

Namun demikian para pengamat politik meragukan bahwa operasi militer besar-besaran yang dilancarkan pasukan Pakistan dengan sendirinya berhasil membasmi teroris di negara ini. Pengamat meyakini bahwa banyak faktor yang berpengaruh pada maraknya terorisme di Pakistan, di antaranya pesantren dan sekolah agama radikal yang menyebarkan ekstrimisme serta kemiskinan dan ulah petinggi militer serta pejabat pemerintah yang memanfaatkan teroris.

Oleh karena itu, menurut pandangan pengamat politik, untuk membasmi radikalisme dan terorisme di Pakistan, harus ada koordinasi kuat antara berbagai lembaga politik, agama dan militer. Karena sejumlah sekolah agama yang mendapat suplai dana dan spiritual dari Wahabi Arab Saudi tercatat sebagai akar utama penyebar radikalisme di negara ini.

Sejatinya sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan seperti ini, memainkan peran sebagai penyuplai pasukan bagi kelompok radikal dan teroris yang dilatih untuk menyebarkan sektarianisme dan memicu kekerasan berdarah. Kemiskinan juga mendorong anasir radikal membagi-bagikan uang dari Arab Saudi untuk merekrut pasukan demi mensukseskan ambisi busuknya.

Oleh karena itu, di samping operasi militer Pakistan memerangi Taliban dan kelompok teroris, harus disusun program komprehensif anti terorisme oleh pemerintah Islamabad dan dilaksanakan secara penuh, sehingga anasir radikal dan pendukung politik, militer dan agama mereka tidak memiliki peluang lagi melanjutkan dukungan mereka. [ARN] 

 

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: