Walikota Perancis Tuai Kecaman Setelah Tweet Pelarangan Islam

Arrahmahnews.com, PARIS – Robert Cardon, walikota di sebuah kota kecil di Perancis Utara, mendapat banyak hujatan dari banyak media dan Partai Gerakan Masyarakat Konservatif setelah tweet nya yang menyatakan bahwa Perancis harus melarang keberadaan Islam dan mengembalikan para muslimin ke tempat mereka berasal. Chardon, Walikota Venelles, sebuah kota dengan 8000 penduduk, menarik perhatian media setelah membuat pernyataan melalui akun twitternya yang menyatakan Perancis harus melarang agama Islam ada disana.Tweet #NSDIRECT il faut interdire le culte musulman en France Robert Chardon Maire de Venelles — robert chardon (@RobertChardon) 14 мar 2015 Pesan Islamophobia Chardon mendapat kritikan tajam para netizen, yang kemudian memberikan komen pada tweetnya dan merubah postnya menjadi ajang perang api. Seorang komentator bahkan berkomentar “larang juga keidiotan di Prancis”, yang lain berkomentar,”Di Perancis, semua orang bebas memilih apakah ia mau percaya pada Tuhan atau tidak, dan tak ada masalah!” komentar lain yang bernada protes juga berujar,”Senang tak hidup di kota **** anda!”

Sebelum ini, Chardon juga telah mendulang kontroversi, dengan mengatakan dalam Le Monde di pesan yang sama, bahwa Muslimin seharusnya mempraktekkan ajaran agamanya “di Negara tempat mereka berasal,” dan menyarankan bahwa seharusnya Perancis membuat rencana yang setara dengan Marshal Plan dan untuk mengirim semua Muslimin kembali ke Maghrib.

Muslim Prancis

Memperjelas bahwa pesan kebencian ini memang ditujukan untuk semua Muslim, bukan saja para imigran Perancis secara umum, Chardon menekankan bahwa Perancis seharusnya lebih menerima “Saudara-saudara” Kristennya saja dari Timur Tengah. Ia juga mengusulkan agar Perancis membuang Undang-undang sekulariseme tahun 1905 dan “mempromosikan praktik agama Kristen”.

Beralasan bahwa ide ini datang kepadanya sebagai suatu pencerahan sewaktu ia meminta cuti sakit guna menjalani perawatan atas kanker mulutnya, Chardon meyakinkan bahwa mengusir orang-orang Islam keluar dari Perancis adalah satu-satunya solusi untuk banyak masalah di Perancis.

Beberapa pemimpin Partai Gerakan Masyarakat (UMP) tempat Chardon bernaung, menyebut pernyataan Chardon sebagai sesuatu yang “tak termaafkan”. Partai itu kini merencanakan untuk memecatnya. Walikota ini juga akan segera berhadapan dengan Undang-Undang tentang Hate Speech di Perancis.

Perancis memang telah mengalami masalah panjang dengan xenophobia dan rasisme terhadap warga muslimnya, yang kini mencapai jumlah lebih dari 5 juta orang. Sentimen anti muslim merebak beberapa bulan terakhir setelah adanya serangan terror yang dilakukan Islam radikal, semenjak Januari lalu. (LM/sputniknews)

About ArrahmahNews (12203 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: