Iran ; Laporan Dewan HAM PBB Cacat Fakta

Arrahmahnews.com, TEHERAN - Iran mengecam laporan palsu dan tak berdasar yang telah dikeluarkan PBB mengenai meningkatnya jumlah hukuman mati di Negara itu. Pernyataan itu dikeluarkan Dewan Tinggi Kehakiman untuk HAM Iran, Minggu (17/5) Iran-LarijaniMenurut Dewan tersebut, laporan yang dikeluarkan berisi informasi yang tidak benar dan sumber tidak jelas. Dewan menambahkan, tidak ada korespondensi yang dibuat dengan Teheran untuk memverifikasi kebenaran laporan itu.. Dewan HAM Iran menyeru kepada pejabat PBB, untuk, menahan diri dari politisasi isu HAM, dan agar melaksanakan sikap tidak memihak. Menurut pernyataan Dewan tersebut, tidak ada yang terjadi, struktur sistem peradilan Iran menjamin proses yang adil.

Pernyataan itu juga menyinggung masalah pemberlakuan hukuman mati terhadap terpidana narkoba di Iran. Dan dikatakan bahwa putusan itu dikeluarkan setelah seluruh proses peradilan yang menyeluruh dan komprehensif dilaksanakan.

Iran memiliki perbatasan  panjang dengan Afghanistan, produser terbesar opium di dunia. Inilah yang membuat Teheran merasa penting untuk melaksanakan perang terhadap perdagangan narkoba.

Iran telah membayar mahal untuk perang melawan perdagangan narkoba dan isu-isu terkait hal tersebut, seperti rehabilitasi  terhadap para pecandu dimana hal itu telah menguras ratusan juta dolar setiap tahun.

Perang melawan Narkoba ini telah merenggut  4000 nyawa dan melumpuhkan 12.000 diantaranya.

Minggu lalu, Ahmed Shaheed, pelapor khusus Dewan HAM PBB untuk Iran, dan Christophe Heinz, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar hukum, mengeluarkan sebuah pernyataan bersama, yang menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah eksekusi mati di Iran.

Pada 17 Juni 2011, Dewan HAM PBB, dibawah tekanan AS dan sekutunya telah mengangkat mantan Menlu Maldiv, Ahmed Shaheed sebagai investigator HAM mereka di Iran.

Teheran bersikeras bahwa penunjukan pelapor khusus PBB untuk HAM di Iran dilakukan dengan motivasi politik yang tak dapat diterima. (LM)

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: