Pasukan Mesir Gunakan Pelecehan Seksual untuk Meredam Unjuk Rasa

ARN0012004001511185_Militer_Mesir_Lakukan_Pelecehan_Terhadap_Tahanan_PerempuanArrahmahnews.com - Sebuah kelompok hak asasi manusia internasional telah menuduh pasukan keamanan Mesir menggunakan kekerasan seksual pada skala besar-besaran terhadap para tahanan anti-pemerintah untuk "meredam protes publik." Federasi Internasional yang berbasis di Paris untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa mengungkap telah terjadi lonjakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh polisi dan pejabat militer sejak penggulingan militer Presiden Mohamed Morsi pada bulan Juli tahun 2013. Menurut (FIDH), kekerasan seksual telah dilakukan tanpa pandang bulu di pos pemeriksaan, pintu masuk ke universitas, dan di pusat-pusat penahanan selama pemeriksaan keamanan.

Kelompok ini menyorot kasus seorang perempuan yang ditangkap ketika protes, diseret sepanjang jalan dan mengalami kekerasan seksual selama ditahanan. 

Tentara Mesir menyeret pengunjuk rasa perempuan dengan rambutnya saat penangkapan di demonstrasi di ibukota, Kairo. @ARN

Polisi Mesir juga telah berlaku sewenang-wenang terhadap tahanan wanita dengan menjadikannya sebagai alat tawar-menawar dalam rangka untuk mendapatkan suami atau ayah mereka untuk mengakui kejahatan.

Di antara kasus-kasus yang disebutkan adalah seorang istri tahanan yang dibawa ke kantor polisi, di mana suaminya dihadirkan, kemudian dipukuli di depan suaminya.

“Mereka mencoba memperkosa saya. Suami saya meminta mereka untuk meninggalkan aku sendiri, berteriak, ‘biarkan dia pergi, aku akan bicara. “Mereka berkata kepadanya, ‘berbicaralah dan kami akan membiarkan dia pergi’ ” ungkap istri tahanan itu.

FIDH mengatakan bahwa korban yang mengajukan pengaduan pelecehan secara sistematis terhalang oleh sistem peradilan dan ancaman serta pembalasan oleh pasukan keamanan.

Presiden Abdul Fattah el-Sisi, yang memimpin penggulingan Morsi, mengatakan tahun lalu bahwa memerangi kekerasan seksual adalah prioritas utama. Namun, laporan yang diterbitkan kemudian menunjukkan pemerintah Mesir telah gagal menghentikan, menyelidiki, dan menghukum pelaku kekerasan terhadap perempuan. [ARN]

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: