“Wajah Angker” Ideologi Wahabi

ARN0012004001511179_Wajah_Angker_Ideologi_WahabiArrahmahnews.com - Radikalisme yang dipakai atas nama Islam oleh sekte Wahabi menjadi boomerang bagi umat Islam sendiri. Di Indonesia aliran wahabi telah menggejala baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Fenomena demikian menyebabkan kekhawatiran berbagai kalangan masyarakat, sebab alur pemikiran semacam itu telah merasuki anak-anak, pelajar dan mahasiswa.

Sejumlah ulama dan kiai Nahdlatul Ulama pantas saja mengkhawatirkan fenomena wahabi akhir-akhir ini, meskipun sebenarnya radikalisme tak hanya berlaku bagi agama Islam. Sikap Wahabi yang tidak mendukung pluralisme dalam kehidupan beragama cenderung melahirkan gerakan radikal dan teroris.

Sejatinya Wahabi memang diciptakan untuk menghancurkan Agama Islam. Sebagaimana dalam sebuah artikel Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud, menyebutkan, pemerintah Kerajaan Inggris turut andil dalam membidani kelahiran gerakan Wahabi. Artikel itu juga menjelaskan, Inggrislah yang telah merekayasa Abdul Wahab sebagai imam dan pendiri gerakan Wahabi, untuk tujuan menghancurkan Islam dari dalam dan meruntuhkan Daulah Turki Utsmani pada saat itu.

ARN0012004001511178_Wajah_Angker_Ideologi_Wahabi

penganut Wahabi ditandai dengan melekatnya perasaan paling suci. Mereka menganggap kelompok mereka sebagai penganut tauhid murni. Dengan melekatnya perasaan paling suci, kaum Wahabi cenderung eksklusif dan antipluralisme. Mereka menganggap surga hanya miliknya. Sikap itu berdampak pada keengganan beradaptasi terhadap tradisi daerah setempat. Mereka hanya mengakui tradisi dari Arab Saudi, tempat asalnya.

Setelah era reformasi, Wahabi lebih berani tampil ke permukaan secara terang-terangan, baik dengan balutan partai seperti PKS, maupun dengan gerakan ormas seperti HTI dan lainnya. Bagi sebagian kalangan, kemunculannya dianggap mengkhawatirkan, bukan semata-mata karena perbedaan ideologis, tetapi lantaran wahabi selalu menggunakan cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan aspirasinya. Kekerasan di sini tak hanya dalam arti fisik, tetapi juga kekerasan wacana yang terekspresi melalui kecenderungan mereka yang dengan mudah mengeluarkan fatwa murtad, kafir, syirik, dan semacamnya bahkan kepada sesama Muslim.ARN0012004001511177_Wajah_Angker_Ideologi_Wahabi

Pemerintah sudah seharusnya merespons dan mengantisipasi gejala perkembangan wahabi di nusantara, karena wahabisme tidak hanya mengancam keutuhan kehidupan beragama dan keragamannya di Indonesia, bahkan juga mengancam keutuhan NKRI. Bukankah selama ini aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh orang-orang yang berideologi wahabi? Bukankah para pelaku bom Bali 1 dan 2, bom JW Mariot, bom Kedubes Australia, dan sejumlah aksi pemboman lainnya adalah orang-orang yang berideologi wahabi? Bukankah wahabi selalu berada dibalik aksi-aksi intimidasi dan sektarian terhadap golongan tertentu? Bukankah wahabi yang selalu menyatakan indonesia sebagai negara kafir, mensyirikkan upacara bendera, menganggap syirik Pancasila dan menyesatkan ajaran-ajaran NU?ARN0012004001511182_Wajah_Angker_Ideologi_Wahabi

Tapi sayangnya, momok ekstrem kanan yang dulu begitu diwaspadai oleh Orde Baru kini hilang dari kamus politik Indonesia. Kelompok Islam radikal memang berhasil “ditumpas” rezim Orde Baru pada tahun 1980-an. Namun, dalam waktu hampir bersamaan generasi di bawahnya diam-diam membangun jaringan di kampus-kampus, dan membangun gerakkan bawah tanah dalam menyiapkan kader-kader yang militan. Hal ini sudah terbukti dengan terkirimnya para jihadis asal Indonesia, yang bergabung dengan ISIL dan Jabha Nusra untuk berperang di Suriah dan Irak.

Mereka tidak hanya mengirim kadernya ke Suriah dan Irak saja, tetapi mereka juga sudah lama mengirim misionaris wahabi ke plosok-plosok indonesia, disana mereka membangun sekolah-sekolah agama dan masjid, melatih anak-anak,  dan mengirim sejumlah besar pemuda Indonesia untuk belajar agama di Arab Saudi. Fenomena ekstremisme relegius ini, sengaja diciptakan wahabi sebagai kamuflase untuk menarik simpati masyarakat.

Apalagi Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat deras, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio serta stasiun televisi dalam menyebarkan paham wahabi.

Fenomena radikalisme dengan berbalut baju agama seperti ini, sungguh sangat mengkhawatirkan dan dinilai paling krusial. Seharusnya wajah seram semacam itu, tak boleh lagi tumbuh berkembang baik di Indonesia maupun di negara manapun. Karena realitas ini mengancam stabilitas dan keamanan negara serta melahirkan gesekan keras antar umat beragama.

Seharusnya, kita menyadari bahwa Indonesia adalah negara plural yang terdiri dari beragam suku, ras, agama, budaya yang berbeda-beda tapi tetap satu Indonesia. Pluralisme yang menjadi ciri bangsa dan Negara Indonesia ini, semestinya diimbangi dengan demokratisasi yang kuat sehingga tidak menimbulkan gejolak baru yang berkembang.

Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin seyogyanya dimaknai oleh penganutnya dengan penuh keramahan, kedamaian, dan kasih sayang. Bukan sebaliknya, seolah-olah Islam menjadi sesuatu yang mengerikan, menyeramkan, dan menakutkan bagi umat lain. [ARN]

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

8 Comments on “Wajah Angker” Ideologi Wahabi

  1. Wahhabi-Takfiri anti NKRI. Harus segera diberangus.

  2. saya orang netral yg mencoba analisis tulisan sdr. mada masa kapan aliran itu menghancurkan turki?

    heran sy inggris menghisukan ini sementara inggris n sekutux merampas kekayaan kita. . .

    kita fokus aja keluar dr masa kebodohan biar gak tertipu oleh isu2 baik dari wahabi maupun negara2 perampas itu

    • mas erk, coba baca sejarah berdirinya Saudi, dari manapun sumbernya akan menceritakan hal yg sama tentang kekejaman saudi yg dibantu oleh inggris demi kekuasaannya dan minyaknya diberikan ke inggris sampai sekarang. saat itu semua kekuasaan raja2 islam dibawah kekhalifahan turki osmani yg membentang dari andalus sampai eropa timur. karena butuh minyak maka inggris mempersenjatai klan saudi dari suku badui najd untuk memerdekakan diri dari turki. ini sejarah yg gamblang untuk dibaca dan dianalisa. wasalam…….

  3. Saudi memisahkan diri dari turki usmani karena menganggap ulama ulama kerajaan usmani penganut bid ah, syirik, kafir, masuk neraka

  4. multazam lana multazam // Mar 24, 2016 at 9:41 pm // Balas

    Trus informasikan perkembangan gerakan wahabi..maju trus arrahmannews.com

  5. multazam lana multazam // Mar 24, 2016 at 9:55 pm // Balas

    Trus informasikan perkembangan gerakan wahabi..agar kami islam ahlisunah indonesia NU dpt ikut mengatisipasi gerakan aqidah yg radikal..!!! maju trus arrahmannews.com

  6. purnomoindonesia // Mar 25, 2016 at 6:00 pm // Balas

    Agama adalah jalan menuju sang pencipta mengapa sekarang bnyk pembantaian.pembunuhan,dengan dalih agama,

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Denny Siregar: NU Jatim Bentengi Masyarakat dari Faham Radikal Wahabi | ISLAM NKRI
  2. Denny Siregar: NU Jatim Buka Mata Masyarakat Bahayanya Faham Radikal Wahabi – VOA ISLAM NEWS
  3. Denny Siregar: NU Jatim Buka Mata Masyarakat Bahayanya Faham Radikal Wahabi | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: