Menhan Inggris, Michael Fallon Sebut Rusia dan ISIS Ancaman Dunia

ARN0012004001511204_Michael_Fallon_Sebut_Rusia_Ancaman_DuniaArrahmahnews.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, Michael Fallon menjelang diumumkannya program dan prioritas pertahanan lima tahun mendatang negaranya, dalam sebuah kritik pedasnya menyebut Rusia dan ISIS sebagai dua ancaman terbesar bagi dunia. Menurutnya, Rusia telah merusak stabilitas Ukraina dan tercatat sebagai ancaman bagi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Fallon mengatakan, “Saat ini dunia dalam bahaya seperti saat perang dunia kedua, ketika NAZI beraksi. Ancaman dunia saat ini diakibatkan oleh ulah Rusia dan ISIS.” Menurut petinggi Inggris tersebut, London harus memiliki kemampuan menangani sejumlah krisis.

Serangan verbal menhan Inggris terhadap Rusia dan menyamakannya dengan ISIS, termasuk perang syaraf baru Barat terhadap Moskow. Sejatinya Barat, dalam reaksinya atas kritik Rusia yang berulang kali menyebut Barat sebagai pihak yang menciptakan dan memperkuat kelompok teroris ISIS, berusaha mengingkari perannya atas menculnya kelompok teroris ini dengan menyamakan Moskow dengan ISIS. Tak hanya itu, Barat juga menuding Moskow seperti ISIS yang ingin mengacaukan dunia dan merusak sistem yang ada, khususnya di Eropa.

Ini bukan pertama kalinya Barat melontarkan tudingan seperti ini kepada Rusia. Sejatinya serangan verbal tersengit terhadap Rusia malah diucapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Di antaranya, dalam pidatonya di KTT G 20 di Australia, Obama menyatakan bahwa langkah Rusia terhadap Ukraina adalah agresi dan ancaman bagi keamanan global.

Obama menyebut Rusia di samping virus Ebola sebagai ancaman bagi dunia. Penyamaan Obama ini yang diulang beberapa kali sangat menyinggung petinggi Kremlin. Obama juga menekankan bahwa AS menjadi pemimpin negara-negara yang tidak puas akan kebijakan Rusia. Sebaliknya Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Februari 2015 menilai aksi sepihak militer AS dan Barat di Timur Tengah menjadi peluang bagi munculnya aktivitas kelompok teroris ISIS di negara-negara Suriah dan Irak.

Sepertinya kritik Barat terhadap Rusia semakin memuncak seiring dengan sikap Moskow bersikukuh pada kebijakannya terkait krisis Ukraina dan penekannya atas tuntutannya di isu ini. Meski penekanan terhadap sanksi atas Rusia yang berujung pada melambannya laju ekonomi, penurunan nilai mata uang Rubel dan naiknya inflasi di Rusia, Moskow masih tetap bertahan melawan Barat.

Di sisi lain, Barat tidak hanya puas dengan melancarkan perang verbal dan syaraf, di struktur militernya, yakni NATO, mereka mulai berencana melawan Rusia di Eropa timur, Laut Hitam, utara Eropa, dan Arktik. Sebaliknya Rusia dengan meningkatkan kemampuan dan memperkokoh militernya di wilayah perbatasan, selatan dan barat, serta Laut Hitam khususnya Semenanjung Crimea dan Arktik, telah memberi jawaban atas militeralisasi Barat. Baru-baru ini, Rusia mulai menggulirkan wacana memperkuat kemampuan nuklirnya.

Dengan demikian, berbeda dengan proses kesamaan visi ekonomi dan di sebagian kasus politik yang terjadi di dekade 1990 dan 2000 antara Rusia dan Uni Eropa, kini kita memasuki fase yang indikasinya diwarnai dengan ketidakpercayaan politik kedua pihak, konflik bersenjata yang meningkat, divergensi ekonomi dan menurunnya interaksi di sektor energi. [ARN]

 

About ArrahmahNews (12202 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: