Saudi Bersikeras Sanggup Hadapi Dampak Kemerosotan Harga Minyak

Arrahmahnews.com, RIYADH - Bank Sentral Saudi, badan keuangan Saudi Arabia (SAMA), mengumumkan bahwa kemerosotan harga minyak akhir-akhir ini tidak mempengaruhi perekonomian negara itu, Kamis(21/5). Dalam pernyataan yang dinilai ganjil, Gubernur Bank Sentral, Fahd al-Mubarak menyatakan kepercayaan dirinya akan kemampuan ekonomi Saudi menghadapi penurunan harga minyak  jangka menengahnya. Pernyataan gubernur ini dibuat menyusul laporan mengenai potensi kerugian besar bagi Negara-negara pengekspor minyak.

Saudi Arabia adalah Negara pengekspor minyak terbanyak di Timur-Tengah, tapi hal itu dikarenakan Saudi memproduksi 10,5 juta barel minyak perhari.

Besarnya jumlah minyak yang dipompa Saudi Arabia dan sekutu teluk persianya telah berdampak negatif menurunnya harga minyak mentah dunia.

us-shale-oil-production

Sebelumnya, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan negara-negara Arab lainnya menyangkal telah terdampak dengan menurunnya harga minyak.

Namun, laporan-laporan terkini mengenai sejarah reformasi ekonomi yang dibuat oleh pemerintah di negara-negara teluk Persia, terutama  keputusan Saudi memperbolehkan investor asing untuk pertama kalinya , telah dianggap menimbulkan dampak berbahaya terkait rendahnya harga minyak.

Walaupun harga minyak mentah mulai membaik dari titik terendahnya 44 dolar perbarel di bulan Januari, namun masih belum bisa mencapai titik tertingginya 110 dolar perbarel di tahun lalu.

Minyak mentah AS ditutup mendekati 58,98 dolar perbarel, naik sekitar satu dolar, sedang minyak Brent berada pada kisaran 65,03 dolar perbarel, naik satu dolar pada Rabu kemarin. (LM)

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: